Mobil Listrik, Jawaban Dari Krisis Energi Fosil

Kelangkaan pasokan bensin sudah tidak asing bagi saya. Beberapa tahun yang lalu, saat bertugas mengajar sebagai guru bantu di Pulau Bawean selama satu tahun, saya sering mengalaminya. Sebagai sebuah pulau kecil yang letaknya terpisah, pasokan bensin di sana masih sangat bergantung kepada ‘Gresik daratan’ sebagai kabupaten induk. Ketika cuaca sedang tidak bersahabat, distribusi bensin ke Pulau Bawean pun terhambat. Jika sudah begitu, pilihannya adalah membayar bensin dengan harga lebih tinggi dari biasanya atau berjalan kaki, kembali ke cara tradisional.

Walaupun demikian, sebenarnya, masalah kelangkaan bensin ini tidak bisa sesederhana dua pilihan di atas. Dengan topografi gunung dan bukit, satu-satunya alat transportasi yang memudahkan para penduduk di Pulau Bawean untuk bepergian dari wilayah satu ke wilayah yang lain adalah dengan naik motor. Alasannya, selain cepat, jalan yang berkelok, sempit, dan naik-turun dapat dilalui dengan mudah.

Kondisi ini menjadi sebuah tantangan yang berarti saat para guru di sekolah-sekolah yang ada di desa-desa di balik gunung, diminta untuk menghadiri rapat koordinasi atau pertemuan di kantor UPTD kecamatan. Kelangkaan bensin membuat mereka tidak dapat bepergian dengan motor dan pada akhirnya ketinggalan informasi. Mengingat, kala itu, akses sinyal dan listrik pun masih sangat terbatas. Masalah kelangkaan bensin pun menjadi seperti gulungan benang yang bisa diurai panjang.

Bukannya takut atau trauma, pengalaman mengalami kelangkaan bensin di Pulau Bawean itu justru membuat saya berandai-andai lebih jauh lagi. Mungkin kelangkaan bensin yang terjadi di sebuah pulau dengan dua kecamatan itu belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kelangkaan bensin yang terjadi secara nasional. Apa ya yang terjadi jika pasokan bensin benar-benar tidak ada atau habis? Apa yang akan kita lakukan kemudian?

Bicara energi, sebenarnya, memang tidak melulu hanya bicara tentang minyak bumi. Ada bentuk-bentuk energi lain yang terus dikelola untuk membantu kehidupan manusia. Kendaraan bermotor dan bensin hanyalah salah satu contoh sederhana yang membuktikan bahwa kita tidak bisa lepas dari energi fosil (minyak bumi) dalam kehidupan kita sehari-hari. Bensin merupakan bahan bakar yang dibutuhkan kendaraan bermotor untuk menyalakan mesin. Tanpa bensin, kendaraan bermotor tidak dapat melaju.

Masalah muncul saat jumlah konsumsi energi fosil terus bertambah dari ke hari. Berdasarkan data dari Kompas, sejak tahun 2000, konsumsi minyak bumi Indonesia melebihi produksi sehingga menjadikan Indonesia sebagai importir minyak bumi. Serta, di sisi lain, ketersediaan energi fosil di dunia ini terbatas. Energi fosil merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbarui, butuh waktu yang relatif lama dalam proses pembentukannya. Di sinilah kita menemukan pentingnya penyediaan energi baru terbarukan dan konservasi energi. Mengingat, Indonesia belum memiliki cadangan pendamping energi lain yang dapat memberikan jaminan pasokan dalam waktu tertentu apabila terjadi krisis energi.

Lalu, apa yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya krisis energi?

Ada dua upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya krisis energi antara lain, pertama, mencari sumber-sumber pasokan energi fosil baru, dan kedua, melakukan perubahan untuk pembangunan energi baru dan terbarukan. Dengan dua hal ini, harapannya, ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak pun dapat dikurangi, serta pengembangan energi baru terbarukan juga dapat meminimalkan kerusakan lingkungan akibat dampak dari kegiatan eksplorasi yang selama ini dilakukan.

Salah satu contoh pengembangan energi baru dan terbarukan adalah mobil listrik. Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, penggunaan mobil listrik mempunyai tiga keuntungan, yaitu 1) mengurangi emisi gas buang, 2) membuat udara lebih bersih, dan 3) proses modernisasi dari mobil yang menggunakan bahan bakar hydro carbon sampai menggunakan listrik.

Walaupun demikian, pengadaan mobil listrik di Indonesia tidak semudah yang dibayangkan. Mobil listrik sebagai upaya dari pengelolaan energi baru dan terbarukan masih mempunyai tantangan tersendiri. Salah satunya adalah penyediaan sumber energi listrik. Pembangunan dan pengadaan infrastrukturnya pun membutuhkan waktu yang relatif lama.

Sampai detik ini tulisan ini dibuat, saya masih terus membayangkan keberadaan mobil listrik ini menjadi sesuatu yang jamak di Indonesia. Selagi bermimpi boleh, bercita-cita apalagi? Nampaknya, mobil listrik sebagai upaya dari pengelolaan energi baru dan terbarukan bukan merupakan sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan di Indonesia. Mengingat isu energi bukan hanya isu sektoral yang melibatkan satu pihak saja, perlu kesadaran bahwa isu energi ini sangat dekat dan milik kita bersama.

Referensi:
Energi Baru Terbarukan Menjadi Kunci Ketahanan Energi Indonesia
Mobil Listrik Akan Menjadi Salah Satu Pendorong Berkembangnya Energi Baru Terbarukan
Genjot Energi Terbarukan Untuk Mobil Listrik
Janji Manis Pemerintah Untuk Kendaraan Listrik

#15HariCeritaEnergi
www.esdm.go.id

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: