Hari Di Mana Mimpi Menjadi Dekat

Akan ada hari di mana mimpimu akan menjadi dekat. Hari apakah itu?

Saya? Bagi saya, hari itu kemarin.

Dalam satu hari, tiba-tiba ada tiga kejadian yang menggelitiki mimpi saya untuk bangun dari nina bobonya di penghujung tahun. Ayo-ayo!

Kejadian Satu
Mantan bos di kantor sebelumnya, tiba-tiba menelepon. Seperti biasa, sapaan hangat dan gaya ‘ngakrab’-nya itu bisa membuat cair pembicaraan kami di telepon dalam hitungan detik. Padahal sudah lama sekali tidak ketemu. Valid kan beliau jadi bos? Sosok yang hangat untuk mengguyubkan sebuah hubungan, termasuk dengan saya, bawahannya versi zaman dahulu kala.

Tak hanya sampai di situ saja, satu hal lagi yang membuat kaget adalah saat beliau menutup pembicaraan kami dengan, “Jangan lupa, lho Het?”
Apa, Pak?” tanya saya polos karena saya memang tak pernah menjanjikan apa-apa sepanjang pertemuan lewat suara ini.
Bikin sekolah, kan? Hahahaha
Deg.

Ya, saya tak pernah menutup-nutupi mimpi saya dengan orang yang mempunyai kutub positif di sekitar saya. Terlebih orang yang mempunyai kemampuan untuk melihat potensi saya dan bersedia menjadi supporter bukan hater. Si bapak bos di atas, misalnya. Beliau tahu saya punya cita-cita mempunyai sekolah suatu saat nanti dan tetiba diingatkan dengan cara seperti kemarin? Hmm, rasanya …

Kejadian Dua
Masih di hari yang sama tiba-tiba seorang teman yang paham betul kalau saya sebenarnya mempunyai jiwa kesasar petualang mengirimkan chat Whhatsapp, “Mana fotomu di Thailand?:)”

Thailand? Ya, Thailand adalah liburan ‘colongan’ saat perjalanan ke Afrika Selatan kemarin (saya janji akan menuliskan cerita perjalanan ini di posting berikutnya, ya). Dia menagih foto karena saya terlanjur berjanji untuk foto di Wat Arun, salah satu destinasi wisata. Nyatanya, saya tidak jadi ke sana karena waktu saya habis di imigrasi bandara. Jadilah, saya ganti dengan mengirimkan foto saat kesasar di stasiun.

Nggak enak ya ternyata jalan-jalan sendiri. Aku sempat salah stasiun, jadi muter gitu.”
Ahaha. Nggak apa-apalah. Yang penting 4 benua udah checked. Next tinggal Ausie. Hety the Exploler.”

Deg. Saya tak menyangka teman saya yang satu ini menghitung kepergian saya selama ini. Ya, memang tinggal satu benua lagi, Australia, yang menurut road map hidup saya akan menjadi negara impian untuk melanjutkan studi S2. Bisa ditebak, percakapan saya selanjutnya, dipenuhi tulisan ‘Amin’.

Kejadian Tiga
Malam kemarin, saya memenuhi undangan untuk hadir dalam acara temu alumni penerima program Australia (mereka menyebutnya dengan tagar #OZAlum di Twitter) dengan Hon Stevem Ciobo, menteri perdagangan, investasi, dan pariwisata Australia. Acara itu diadakan di rumah dinas Duta Besar Australia, Paul Grigson, di kawasan Menteng. Walau tidak lolos seleksi program, pihak Kedubes Australia tetap menganggap kami (yang tidak lolos seleksi) sebagai alumni.

Mimpi ke Australianya belum kesampaian, jadi main ke rumah dinas duta besarnya dulu.

Mimpi ke Australianya belum kesampaian, jadi main ke rumah dinas duta besarnya dulu.

Saya agak grogi juga hadir malam itu tapi mau bagaimana lagi. Motivasi saya datang ke acara kemarin adalah mengetahui siapa saja yang lolos seleksi dan belajar dari mereka. Akhirnya, setelah mingle ke sana ke mari, saya temukan juga orang-orang yang lolos program dan berangkat ke Australia untuk mendapatkan training selama 2 minggu. Bayangkan, mereka training di kampus impian saya untuk melanjutkan S2.

Jika pada kalimat selanjutnya kamu tebak saya akan menuliskan serentetan kalimat iri hati dan ambisius, salah besar. Entah kenapa, mendengar cerita ‘kebahagiaan’ orang-orang yang lolos seleksi itu saja, justru membuat hati saya adem.

Ya Tuhan, saya tertular virus! Malam itu, saya bahagia melihat orang yang bahagia. Walau bukan saya yang terpilih tapi saya tetap bahagia bisa berdiri di antara mereka. Semakin antusias mereka berbagi cerita, semakin kencang saya melafalkan dalam hati, merengek pada Tuhan, “Tuhan-Tuhan, mimpi saya enggak salah, kan?”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: