Ulang Tahun, Ulang Ingatan

Diingat adalah salah satu hal yang menyenangkan. Bagi kebanyakan orang, diingat menjadi bukti kamu ditempatkan spesial. Terserah, sebagai apa, dalam konteks apa. Intinya, kamu mendapat ruang di bagian ‘sebelah sini’ seseorang.

Saya salah satu orang yang senang kalau diingat tanggal lahirnya oleh orang-orang. Oke, simple things! Remeh-temeh sekali karena sebenarnya banyak sekali alat yang bisa membantu kita untuk tahu (atau kemudian atas nama ‘mengingat’) tanggal lahir orang lain. Sebut saja kanal media sosial (Facebook, Twitter, LinkedIn) atau phone book di handphone-mu. Jadi spesial di sebelah mana? Saya tak peduli, tetap berasa menyenangkan tanggal lahir kita diingat oleh orang dengan cara atau alat apapun.

Sayangnya, saya enggak adil. Saya yang senang diingat justru melupakan tanggal ulang tahun teman terdekat saya. Jahat, ya?

Yes, bagi saya itu jahat. Tega. Pun, si orang yang saya lupakan tanggal lahirnya itu hanya senyum-senyum sambil berucap, “Udah lewat, kok!” Melihat muka saya yang manyun dan merasa bersalah tak karuan, dia kembali berucap, “Ih, santai lagi!”

Saya kelu. Di percakapan Whatsapp, dia masih sempat untuk berterima kasih sudah ditemani hangout seharian saat weekend. Ucapan ulang tahun (yang lewat slash basi) melebur begitu saja walau sebenarnya masih awal bulan lalu.

Jepretan saya! Foto yang membuat mereka berkata, "Opo sih, Het!" SMP, SMA, kuliah, kerja, semuanya! Sekolah dan kehidupan adalah ladang kami memanen persahabatan. Kancan sak lawase.

Jepretan saya! Foto yang membuat mereka berkata, “Opo sih, Het!” SMP, SMA, kuliah, kerja, semuanya! Sekolah dan kehidupan adalah ladang kami memanen persahabatan. Kancan sak lawase.

Ah, saya malu. Saya tidak memperlakukan orang seperti saya ingin diperlakukan. Saya ingin diingat, tapi saya lebih percaya Facebook untuk membantu ingatan saya untuk orang lain. Pun, saya belajar (di kalimat berikutnya mirip justifikasi saya, tapi percayalah, saya belajar dari teman saya yang ikhlas ulang tahunnya saya lupakan itu). Pertemanan bukan melulu ‘selamat panjang umur’ di hari dia dilahirkan, lebih dari itu, kamu selalu ada di saat dia membutuhkanmu. Kamu tidak dibutuhkan hanya saat dia ulang tahun, to? Lagi-lagi, pertemanan soal kehadiran bukan ucapan. Ingatan? Hmm, ya bisalah. Hayo, kapan terakhir kamu menyapa dan duduk bersama teman terdekatmu?? #Kancansaklawase

1 comment
  1. Hai Mbak Hety salam kenal…duh baca postingan ini bikin gie jadi berkaca-kaca. Banyak banget temen dan keluarga yang udah jarang ketemu apalagi sekedar menyapa di berbagai platform sosial media😦

    mampir-mampir ya mbak ke lapak gie😉

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: