Yuk, Menjadi Relawan Donor Darah!

Pengalaman donor darah pertama selalu berkesan.  (foto: dokumentasi pribadi)

Pengalaman donor darah pertama selalu berkesan.
(foto: dokumentasi pribadi)

Sabtu, 11 Juli 2015 menjadi hari dan tanggal yang sakral untuk saya. Walau belum genap satu tahun, masih saja selalu teringat seolah minta untuk dikenang. Pagi itu, tiba-tiba seorang teman mengirimkan pesan di Whatsapp Group yang berisi permintaan urgen sumbangan darah O untuk anak temannya yang sakit di rumah sakit. Darah O yang diminta bukan sembarangan, syaratnya, pendonor bergolongan darah O yang belum pernah mendonorkan darahnya karena masih mengandung suatu zat, saya lupa istilahnya.

Merasa sebagai empunya golongan darah O dan cocok, saya pun nekat menghubungi teman saya dan menyatakan bersedia menjadi pendonor. Ya, nekat karena ini akan menjadi kali pertama saya mendonorkan darah. Bohong kalau saya tidak deg-degan. Saya cemas dan takut ditolak, mengingat bulan sebelumnya, saya sempat ditolak donor darah karena Hemoglobin (Hb) saya tidak mencukupi persyaratan. Pun bulan Juli 2015 kala itu bulan puasa dan saya ingat, dini harinya saya tidak sahur. Apa jadinya nanti ketika saya datang ke kantor Palang Merah Indonesia (PMI)?

Rupanya, keinginan saya untuk memecah rekor donor pertama kali mengalahkan ketakutan saya ditolak karena alasan kesehatan. Saya pasrah saja, kalaupun ditolak saya akan pulang. Setidaknya saya pernah menginjakkan kaki di kantor PMI yang beralamat di jalan Kramat, Jakarta Pusat.

Sesampai di kantor PMI, saya didata dan diminta untuk cek kesehatan. Alangkah terkejutnya, saya dinyatakan lolos tes kesehatan tapi tetap ditolak untuk donor darah. Penasaran, saya pun bertanya pada petugas PMI yang berjaga. Dengan sigap, petugas menjawab golongan darah yang dibutuhkan adalah O, sedangkan golongan darah saya adalah A, tidak ada kecocokan. Sehingga, saya tidak bisa menyumbangkan darah untuk pasien seperti yang dikabarkan teman saya melalui Whatsapp Group.

Seharusnya saya gembira karena dinyatakan lolos tes kesehatan untuk donor darah. Nyatanya, rasa gembira itu tertutupi oleh keterkejutan saya tentang perubahan golongan darah yang saya alami. Sejak kecil, saya sudah diberi tahu oleh orangtua saya bahwa golongan darah saya adalah O. Begitu juga di dokumen-dokumen penting hidup saya, semuanya mencatat saya bergolongan darah O. Mengapa sekarang bisa berubah menjadi A?

Dengan menggebu, saya masih bertahan di meja petugas dan bertanya tentang perubahan golongan darah yang saya alami. Dengan sabar, petugas menjelaskan bahwa golongan darah tidak bisa berubah. Bisa jadi, saat bayi, tes golongan darah yang dilakukan pada saya kurang valid. Si petugas pun memperlihatkan hasil tes saya saat itu, berupa darah saya yang ditetesi zat kimia dan hasilnya menunjukkan reaksi kimia yang merujuk pada golongan darah A. Jika kurang puas, petugas menyarankan saya untuk melakukan tes golongan darah di laboratorium terdekat.

Singkat cerita, akhirnya, saya memang tidak bisa mendonorkan darah untuk anak teman saya yang sakit karena perbedaan golongan darah. Karena sudah dinyatakan lolos tes kesehatan, saya tetap donor darah tapi reguler. Saya mendonorkan darah A saya untuk persediaan darah PMI. Hari itu, saya yang takut jarum suntik dan baru donor pertama kali benar-benar membuktikan kata orang-orang tentang donor darah.

Relawan Donor Darah
Saya yakin saya hanya satu di antara sekian orang yang menyumbangkan darahnya atau disebut relawan donor darah. PMI sendiri mempunyai istilah untuk menyebut aktivitas ini, yaitu Donor Darah Sukarela. Seperti dikutip dari website PMI, www.PMI.or.id, Donor Darah Sukarela adalah orang yang dengan sukarela mendonorkan darahnya. Semakin banyak Donor Darah Sukarela, maka kebutuhan darah PMI di berbagai daerah pun dapat terpenuhi.

Berdasarkan data tahun 2015, PMI memiliki dua juta relawan donor darah. Dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia di tahun yang sama, yaitu sebesar 254,9 juta jiwa, tentu jumlah itu masih sedikit. Bahkan, menurut World Health Organization (WHO), setiap negara harus memiliki pasokan darah minimal 2% dari jumlah penduduk. PMI juga memiliki standar tersendiri untuk jumlah donor darah di Indonesia, yaitu minimal 4% dari jumlah penduduk suatu daerah. Mengingat, setiap tahun, Indonesia membutuhkan 4,8 juta kantong darah.

Sungguh jumlah yang tidak sedikit bukan? Tidak salah apabila PMI, sebagai lembaga yang mendapatkan mandat dari pemerintah untuk menjalankan pelayanan donor darah, gencar melakukan berbagai aktivitas dan sosialisasi untuk menghimpun relawan yang bersedia mendonorkan darahnya. Selain datang ke kantor PMI, PMI juga membuka berbagai kemudahan untuk melakukan donor darah. Misalnya, donor darah bisa dilakukan di Unit Donor Darah, gerai donor darah, kegiatan donor darah, maupun mobil donor darah.

Pada dasarnya, menjadi relawan donor darah itu mudah. Terlebih, atas dasar solidaritas kemanusiaan. Semakin tinggi tingkat kesadaran dan pendidikan masyarakat tentang donor darah, maka semakin banyak orang yang menjadi relawan dengan cara menyumbangkan darah yang dimilikinya. Beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi relawan donor darah, yaitu: (a) Berusia 17-60 tahun (usia 17 tahun diperbolehkan dengan izin tertulis dari orangtua), (b) Berat badan minimal 45 kilogram, (c) Temperatur tubuh 36,6-37,5 derajat Celcius, (d) Tekanan darah baik, yaitu sistole 110-160 mmHg dan diastole 70-100 mmHg, (e) Denyut nadi teratur yaitu sekitar 50-100 kali/menit, (f) Hemoglobin (Hb), baik laki-laki maupun perempuan, minimal 12,5 gram, (g) Dalam satu tahun, maksimal melakukan donor darah lima kali dengan jarak donor darah tiga bulan (keadaan ini harus disesuaikan dengan keadaan pendonor).

Tak lupa, sebagai bentuk apresiasi terhadap Donor Darah Sukarela, PMI memberikan piagam penghargaan kepada orang yang telah menyumbangkan darahnya sebanyak 15 kali, 30 kali, 50 kali, 75 kali, dan 100 kali. Khusus untuk Donor Darah Sukarela sebanyak 100 kali, PMI bekerja sama dengan Departemen Sosial memberikan penghargaan Satyalancana Kebaktian Sosial yang disematkan langsung oleh Presiden.

Itulah pengalaman saya tentang donor darah. Gara-gara donor darah, tak hanya menyumbang darah, saya juga jadi tahu golongan darah saya yang sebenarnya. Saya pun bisa bercerita kepada teman-teman saya tentang pengalaman pertama donor darah. Memang pengalaman yang menarik karena jauh berbeda dengan cerita yang beredar di masyarakat. Teman-teman saya berulang kali menanyakan rasanya. Sakit? Nyatanya, tidak. Proses donor darah pun relatif cepat dan tidak berasa. Ini hanya pengalaman saya, saya yakin pasti masih banyak cerita dari relawan donor darah lainnya. Kamu berminat untuk membantu sesama dan punya pengalaman donor darah? Yuk, menjadi relawan donor darah!

Referensi:
Anonim, Donor Darah Sukarela (online), 2013, <https://www.pmi.or.id/index.php/kapasitas/sukarelawan/donor-darah-sukarela.html>, diakses pada 12 Juni 2016

Biro Humas PMI Pusat, Hari Donor Darah Sedunia: Berbagi Kehidupan, Donorkan Darah (online), 2016, <http://www.pmi.or.id/index.php/berita-dan-media/peristiwa/item/794-hari-donor-darah-sedunia-berbagi-kehidupan,-donorkan-darah-hdds2016.html>, diakses pada 12 Juni 2016

Blood for Life, Syarat Donor Darah (online), ____, <https://bloodforlife.wordpress.com/syarat-donor-darah/>, diakses pada 12 Juni 2016

Fimdani, Data BPS 2015 Sebut Jumlah Laki-laki di Indonesia Lebih Banyak Dari Perempuan (online), 2015, <http://news.fimadani.com/read/2015/11/21/data-bps-2015-sebut-jumlah-laki-laki-di-indonesia-lebih-banyak-dari-perempuan/>, diakses pada 12 Juni 2016

Wardah, Fathiyah, Indonesia Kekurangan 1 Juta Kantong Darah Per Tahun (online), 2016, <http://www.voaindonesia.com/content/indonesia-kekurangan-1-juta-kantong-darah-per-tahun/1681588.html>, diakses pada 12 Juni 2016

Zulfikar, Achmad, 70 Tahun Berdiri, PMI Miliki 2 Juta Relawan Donor Darah (online), 2015, < http://news.metrotvnews.com/read/2015/09/10/429713/70-tahun-berdiri-pmi-miliki-2-juta-relawan-donor-darah>, diakses pada 12 Juni 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: