Godzilla Burger

Makin ke sini, makanan tidak melulu menjadi jawaban saat kita lapar. Makanan bisa menjadi ajang gengsi, sensasi, atau sekedar pemuas rasa penasaran. Minimal, setelah kita makan suatu jenis makanan, kita bisa berbagi cerita ke orang lain tentang makanan itu atau restoran/rumah makan yang menyajikannya. Pokoknya, harus ada ceritanya!

Seperti kali ini, saya dan teman-teman sekantor rela berdesak-desakan di KRL dari Jakarta menuju Depok untuk mencicipi Godzilla Burger. Agak impulsif juga seperti tidak ada tempat hangout di Jakarta sepulang kerja. Tapi seperti yang saya jelaskan di atas, dalam kasus ini, saya dan teman-teman penasaran dengan Godzilla Burger. Kebetulan beberapa hari sebelumnya, saya melihat liputannya di acara kuliner di salah satu stasiun TV swasta.

Nama tempatnya adalah Dino Steak & Pasta House. Dari nama tempatnya, sudah ketahuan ragam menu yang ditawarkan. Jelas tidak ada kalau kamu mencari ‘pecel lele’ atau ‘pecel ayam’. Lihat saja daftar menunya kalau tidak percaya. Dari semua menu western food yang ditawarkan, yang saya rekomendasikan untuk dicoba adalah Godzilla Burger.

Godzilla Burger adalah salah satu signature menu di sini. Godzilla burger adalah 1 kg beef burger yang disusun tingkat lima dengan patty dan disajikan dengan 200 gram kentang goreng plus onion rings. Tidak perlu khawatir dengan makanan sebanyak itu, si pemilik cukup pengertian dengan menghadirkan tiga saus untuk menambah varian rasa, saos pedas, saos tomat, dan mayones.

Eh, tapi yakin bisa kuat makan burger sebanyak itu? Jika kamu memesan Godzilla Burger, tidak hanya burgernya saja yang harus kamu habiskan, tetapi juga kentang goreng dan onion rings yang memenuhi nampan. HeEh, burgernya disajikan dalam nampan, bukan piring. Catet!

Nah, kalau jawabannya kuat, langsung aja lapor ke pramusaji, kamu ikut Godzilla Burger Challenge. Godzilla Burger Challenge ini seru karena kamu harus menghabiskan burger dan ‘teman-temannya’ dalam waktu tiga puluh menit. Jika kamu berhasil, maka kamu tidak perlu membayar. Sebaliknya, jika gagal, kamu harus membayar sesuai harga yang tercantum di daftar menu. Gimana, tertantang?

Walaupun pulang kerja dari Jakarta langsung ke Depok, saya dan teman-teman masih kalem dan memesan makanan bersama-sama. Kami tidak mengambil tantangan karena ingin menikmati burger dengan khusyuk tanpa tergesa-gesa (pembelaan kami). Nyatanya, satu Godzilla Burger bisa kami habiskan berlima sambil bercerita santai tentang ini dan itu.

Tempatnya seru untuk hangout rame-rame.

Tempatnya seru untuk hangout rame-rame.

Rasa
Oh ya, soal rasa, ini bisa menjadi sangat subjektif. Kalau saya, saya lebih memilih burger dari merk lain. Mungkin karena fokusnya adalah kuantitas dan nama produk, soal cita rasa menjadi kurang ‘nendang’. Selain itu, kentang goreng dan onion rings-nya tidak begitu recommended. Campuran tepung terigunya terlalu banyak sehingga menyebabkan gorengan keras.

Harga
Satu Godzilla Burger dijual dengan harga Rp 86.500,00. Cukup ekonomis, kan? Ajak saja teman-teman untuk memesan bersama, terbayang kamu bisa menghemat berapa? hehe.

Saya yakin, kamu pasti masih penasaran dengan cerita saya? Nggak cukup membaca tulisan ini, kamu harus ke sana dan memesan Godzilla Burger. Cuss! Temukan di Dino Steak & Pasta House di Jalan Margonda Raya no.438 (bisa jalan kaki dari stasiun Pondok Cina).

2 comments
    • Hety A. Nurcahyarini said:

      Haha, sikatlah, kak! Buat seru-seruan :))

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: