Apa Kabar Kebun Binatang Bandung?

Ini kali kedua saya menulis cerita tentang kebun binatang (cerita pertama tentang kebun binatang Ragunan, baca di sini). Jalan-jalan ke kebun binatang dan menulis ceritanya adalah bagian dari usaha untuk ikut menjaga kebun binatang di Indonesia. Mengapa? Kebun binatang itu menyimpan potensi besar. Selain sebagai tempat wisata, bisa juga sebagai tempat orang-orang belajar untuk (lebih) mengenal Indonesia. Bayangkan saja, Indonesia dengan segala kekayaan flora dan faunanya, kira-kira didisplay di mana, ya? Melihat Cendrawasih tidak harus datang ke Papua, melihat orang utan tidak perlu berpetualang di hutan Kalimantan, melihat species Rusa Bawean, tidak perlu menyebrang jauh ke pulau Bawean. Semua … ada di kebun binatang!!

Sayangnya, usaha pengelolaan kebun binatang di Indonesia belum maksimal. Terbukti, beberapa kebun binatang di Indonesia sering tidak terawat. Mulai dari kasus sengketa tanah, kondisi kebun binatang yang kotor, sampai hewan yang tidak diberi makan dan mati. Pun di luar kasus-kasus itu, ada juga kebun binatang di Indonesia yang terawat dan bagus. Selain kebun binatang, ada juga cagar alam dan suaka margasatwa yang dikhususkan untuk melindungi flora fauna dari ancaman kepunahan.

Jadi, simak terus ya, jalan-jalan saya ke kebun binatang di seluruh Indonesia! Amin. Yuhuu!

* * *

Selamat datang di kebun binatang Bandung.

Selamat datang di kebun binatang Bandung.

Kamu warga Bandung? Atau sekedar pelancong di akhir pekan? Saya yakin, bagi pelancong akhir pekan, kebun binatang masuk dalam daftar tempat yang ‘enggan’ dikunjungi saat ke Bandung. Kebun binatang jelas kalah pamor dengan kafe-kafe lucu atau distro-distro keren khas Bandung.

Saya, salah satunya. Beberapa kali ke Bandung, baru kemarin (17/1), akhirnya, saya mampir ke kebun binatang yang katanya dibangun pada zaman penjajahan Belanda ini. Kalau alasannya akses, tidak juga tuh. Boleh dibilang, letak kebun binatang Bandung cukup strategis, antara kampus ITB, sungai Cikapundung (area Taman Sari), dan Masjid Salman.

Bermodal parkir kendaraan di area parkir Masjid Salman, saya membulatkan niat untuk mengunjungi kebun binatang Bandung. Tidak terlalu jauh berjalan kaki sambil ‘menikmati’ cita rasa hari Minggu di Bandung yang ramai lalu lalang kendaraan. Penasaran, seperti apa sih kebun binatang Bandung itu? (PS. Teman saya cukup kaget saat saya minta diantar ke kebun binatang Bandung. Destinasi yang anti mainstream,katanya hehe).

Tiket masuk kebun binatang Bandung, Rp 20.000,00.

Tiket masuk kebun binatang Bandung, Rp 20.000,00.

Sebelum masuk ke area kebun binatang, pengunjung diwajibkan membayar tiket masuk. Tiket masuk kebun binatang Bandung terbilang ‘lumayan’, Rp 20.000,00. Mahal atau murah, sih? Hmm, mahal dan murah sebenarnya relatif. Berhubung saya penganut paham ‘don’t judge a zoo, by its ticket’ jadi let’s see saja lah sampai berjumpa dengan para penghuninya (baca: binatang).

Siapa tahu, tiket yang kita bayarkan digunakan untuk ‘subsidi’ membeli makanan binatang. Tiket mahal tapi binatangnya sehat dan enak dilihat kan menarik. Kecuali, tiket mahal dan kebun binatang tidak terawat. Hewan-hewannya ngenes dan melas. Baru deh, boleh protes.

Hari itu, kebun binatang Bandung ramai oleh pengunjung lokal (Bandung dan sekitarnya). Terlihat dari logat mereka bicara. Mayoritas yang datang adalah keluarga (satu set lengkap: orang tua dan anak-anaknya). Pemandangannya menyenangkan. Nampak beberapa orang tua yang sedang menerangkan binatang-binatang di dalam kandang kepada anak-anaknya.

Ibarat siaran TV, kebun binatang adalah siaran langsung (live), sedangkan buku-buku adalah siaran tunda. Mana asyiknya belajar binatang hanya melalui buku? Ya, nggak kids? hehe.

Anak-anak senang bisa memberi makan binatang.

Anak-anak senang bisa memberi makan binatang.

Beruang madu.

Beruang madu.

Buaya, salah satu penghuni kebun binatang.

Buaya, salah satu penghuni kebun binatang.

Rusa Sambar.

Rusa Sambar.

Wau wau Jawa dan kandangnya.

Wau wau Jawa dan kandangnya.

Kuda nil dan kolam air milonya hehe.

Kuda nil dan kolam air milonya hehe.

Udara di kawasan kebun binatang Bandung cukup panas untuk bulan Januari. Untungnya, banyak pohon tinggi yang menghalangi sinar matahari. Untuk menikmati kebun binatang dan melihat-lihat koleksi binatangnya, kita cukup berjalan di jalan setapak (path) yang sudah diatur sedemikian rupa. Walaupun, boleh dibilang kondisinya tidak begitu bagus. Beberapa conblock/cavling rusak dan menyisakan tanah becek (PS. So, gunakan sandal yang nyaman. Tidak disarankan untuk menggunakan heels, ya Ladies)

Menurut informasi, luas kebun binatang Bandung adalah 13,5 Ha, tapi tenang, berjalan berkeliling area kebun binatang tidak berasa. Alih-alih capek, pemandangan area kebun binatang justru membuat saya miris. Konstruksi kandang yang sudah lapuk terlihat di hampir semua kandang binatang. Beberapa pengunjung juga asyik memberi makan binatang tanpa ada larangan dari petugas (entah itu sebenarnya diperbolehkan atau tidak, tapi ada papan larangannya). Ada beberapa kandang, khususnya kandang ular dan burung, yang terbuat dari kaca plastik. Kondisi kaca plastik yang tidak bening justru menyulitkan pengunjung untuk melihat langsung binatang yang ada di dalam kandang. Selain itu, area kebun binatang juga kotor oleh sampah sisa makanan dan minuman pengunjung yang berserakan.

Kandang yang terbuat dari kaca plastik menyulitkan pengunjung untuk tahu melihat kandang.

Kandang yang terbuat dari kaca plastik menyulitkan pengunjung untuk tahu melihat kandang.

Terlepas dari semua kondisi itu, para pengunjung tetap menikmati suasana kebun binatang. Hiburan merakyat, katanya. Selain melihat binatang, ada playground yang berisi mainan anak-anak, penjual makanan dan minuman, sepeda bebek mengelilingi danau, naik gajah dan naik unta, serta area yang bisa digunakan untuk piknik sambil menggelar tikar. Miriplah dengan kebun binatang Ragunan di Jakarta.

Kebun binatang dan taman ria. Banyak mainan anak-anak di sana.

Kebun binatang dan taman ria. Banyak mainan anak-anak di sana.

Hiburan: naik gajah.

Hiburan: naik gajah.

Naik unta keliling kandang.

Naik unta keliling kandang.

Jalan-jalan ke kebun binatang Bandung kali ini membuat saya lega (akhirnya bisa mampir) sekaligus berdoa. Semoga saya lekas dipertemukan dengan komunitas yang bergerak di per-kebun binatang-an. Kalau bukan kita, siapa lagi yang peduli dengan masa depan kebun binatang di Indonesia?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: