Kapuas Hulu, Kalimantan Pertama Saya (Part 1)

Apa nama kelompok kita?”
Kalimantan!”
Kenapa?”
Karena pulau terbesar di Indonesia!”

Percakapan saya dengan seorang anak bernama Zahra ternyata ‘kode semesta’ bahwa beberapa minggu ke depan saya akan pergi ke Kalimantan dalam rangka site visit. Siapa sangka, coba? Please, jangan tertawa. Saya belum pernah ke Kalimantan. Sungguh! Jadi, ini akan menjadi perjalanan yang sangat spesial. Saya ulangi, sangat spesial!

Daerah penempatan Pengajar Muda Indonesia Mengajar yang berada di Pulau Kalimantan ada dua, yaitu kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur dan kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat. Karena ini adalah rangkaian site visit untuk kabupaten genap, maka saya ditugaskan untuk pergi ke Kapuas Hulu, yang merupakan kabupaten penempatan Pengajar Muda angkatan X. Eh, nanti dulu. Ada yang berbeda setiap Indonesia Mengajar memasuki tahun kelimanya di suatu daerah. Seperti yang sudah-sudah, jika sudah memasuki tahun kelima, maka selain site visit, ada agenda lainnya, yaitu Forum Keberlanjutan.

Apakah ini mulai tampak rumit? Tidak? Oke, lanjutkan!

Apa sih ‘site visit’? Istilah yang akrab dengan Indonesia Mengajar ini bisa kamu tengok di cerita saya sebelumnya, di sini. Sedangkan untuk istilah ‘Forum Keberlanjutan’, akan saya jelaskan dengan bahasa yang sederhana dalam cerita ini.

Di awal berdirinya, Indonesia Mengajar berkomitmen untuk ada di suatu daerah selama lima tahun. Selama lima tahun, akan ada lima angkatan Pengajar Muda yang menjadi guru di Sekolah Dasar sekaligus motor penggerak di tengah masyarakat untuk memajukan pendidikan. Bagaimana bentuknya? Bermacam-macam, mulai dari pendampingan inisiatif daerah, sampai pengembangan masyarakat. Kapuas Hulu adalah salah satu kabupaten yang akan memasuki tahun kelimanya di 2016. Hitung saja kalau tidak percaya. Pengajar Muda angkatan II, IV, VI, VIII, dan X. Semua harus bersiap agar setelah lima tahun ini terlewati, daerah bisa mandiri tanpa bergantung pada Pengajar Muda.

Nah, dalam rangka mempersiapkan daerah agar bisa mandiri, Indonesia Mengajar memfasilitasinya melalui Forum Keberlanjutan. Forum Keberlanjutan dihadiri oleh semua aktor pendidikan, mulai dari jajaran pemerintahan di level kabupaten, kecamatan, dan desa, dinas pendidikan, kepala sekolah, guru, komite sekolah, orang tua siswa, serta orang-orang yang berasal dari komunitas dan LSM. Semuanya duduk dalam satu forum untuk berdiskusi dan membuat action plan atau Rencana Tindak Lanjut pasca berakhirnya masa penugasan Pengajar Muda angkatan terakhir.

Bagi site visitor kabupaten yang memasuki tahun kelima, kami menyebutnya ‘berkah’. Selain site visitor, kami harus berperan juga sebagai fasilitator Forum Keberlanjutan. Hmm, ‘berkah’ macam apa yang membuat jantung ini mau copot berdiri di depan orang-orang penting di level kabupaten? hehe. Yah, bukan Indonesia Mengajar namanya kalau tidak bisa ‘memaksa’ officernya untuk belajar memfasilitasi suatu forum (note: memaksa dalam konotasi baik dan officer bahagia dipaksa). Bagi officer yang sudah pernah menjadi fasilitator, ini adalah kesempatan mengasah ketrampilan sekaligus menambah jam terbang.

Bekerja sama dan berdiskusi demi masa depan pendidikan Kapuas Hulu.

Bekerja sama dan berdiskusi demi masa depan pendidikan Kapuas Hulu.

Memfasilitasi Forum Keberlanjutan Kapuas Hulu.

Memfasilitasi Forum Keberlanjutan Kapuas Hulu.

Untungnya, penugasan ke Kapuas Hulu kali ini, saya tidak sendiri. Saya ditemani Shofi sebagai sesama Program Officer di Indonesia Mengajar. Luasnya kabupaten Kapuas Hulu, menjadi pertimbangan site visitor kali ini berjumlah dua orang. Kami harus berbagi peran untuk menjadi fasilitator site visit sekaligus menjadi fasilitator Forum Keberlanjutan dengan metode Appreciative Inquiry.

Hmm, apalagi itu Appreciative Inquiry? Silakan googling, ya. Saya sengaja tidak menjelaskannya di sini. Jangan sampai, kalian ditemukan pingsan setelah membaca cerita ini hehe. Lebay.

Setelah Forum Keberlanjutan selesai dilaksanakan (12/10), saya, Shofi, dan kesepuluh Pengajar Muda angkatan X Kapuas Hulu berkumpul di base camp untuk agenda site visit. Sebelum kunjungan sekolah, ada kegiatan refleksi dan evaluasi selama tiga hari (12/10-14/10). Barulah hari Kamis (15/10), saya dan Shofi berpencar dalam kunjungan SD yang belum pernah dikunjungi dalam site visit tahun-tahun sebelumnya. Saya mendapat bagian mengunjungi SD Negeri Nomor 12 Semalah yang terletak di Kecamatan Selimbau.

Di manakah kecamatan Selimbau itu? Sttt, kabarnya, perjalanan harus melewati Taman Nasional Danau Sentarum dan Sungai Kapuas. Wow! Eh, cerita ini belum berakhir, ya. Simak keseruan Kalimantan pertama saya di posting berikutnya. Yuk, ah!

1 comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: