Natuna, Teras Rumah Indonesia (Part 1)

Hety, mau kemana?”
Natuna.”
“…” (puppy eyes: mode on)
Percayalah, ini bukan liburan!” Kalimat yang selalu saya ucapkan saat teman-teman mulai dengan jurus tatapan ‘puppy eyes’-nya. Puppy eyes adalah semacam tatapan penuh harap belas kasihan. Dalam kasus ini, terjemahan tatapan mereka adalah “Kok kamu pergi-pergi terus sih, aku enggak diajak?”.

Di kantor tempat saya bekerja (Indonesia Mengajar), selain ‘site visit’, ada ‘penugasan pergi-pergi’ lainnya yang disebut dengan ‘asesmen daerah’. Sesuai namanya, ‘asesemen daerah’ adalah kunjungan ke suatu daerah untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan. Asesmen daerah masuk dalam rangkaian tahapan pembukaan daerah baru yang nantinya (jika cocok) akan menjadi daerah penempatan Pengajar Muda. Sebelum asesmen daerah dilakukan, biasanya, kantor akan mengundang beberapa kepala daerah dan kepala dinas untuk saling dengar pendapat terkait kondisi daerahnya masing-masing, khususnya di bidang pendidikan.

Bersama Fira dan Citra (officer Indonesia Mengajar lainnya), tanggal 21 – 29 Agustus yang lalu, saya menginjakkan kaki di Natuna pertama kali untuk asesmen daerah. Rasanya? Campur-campur! Excited karena akhirnya bisa mengunjungi suatu daerah di Indonesia yang saat kuliah hanya saya pelajari lewat literatur (masih ingat tentang sengketa Blok Natuna antara Malaysia dan Indonesia? Ya, di HI saya mempelajari hal itu). Sedangkan takut, karena tak terbayang harus terbang di atas perairan laut dalam selama beberapa jam. Saya percaya takdir kematian ada di tangan Tuhan tapi berita tentang kecelakaan pesawat terbang selalu berhasil membuat saya merinding.

Natuna adalah sebuah kabupaten yang terletak di antara semenanjung Malaysia dan Pulau Kalimantan. Secara administratif, Kabupaten Natuna masuk dalam Provinsi Kepulauan Riau. Wilayahnya terdiri dari gugusan pulau besar (Bunguran) dan pulau kecil (seperti Pulau Laut, Pulau Serasan, Pulau Midai, Pulau Subi, dan lain-lain) di antara Laut Natuna. Cobalah cek di peta Indonesia! Posisi Natuna bisa dikatakan sangat strategis di antara jalur perlayaran dunia. Selain itu, karena berbatasan dengan beberapa negara tetangga, berada di Natuna serasa berada di ‘teras rumah’ Indonesia.

Selama delapan hari berada di Pulau Natuna, hampir semua wilayah di Bunguran sudah saya kunjungi, termasuk beberapa pulau kecil seperti Pulau Sedanau dan Pulau Tiga. Hal ini disebabkan karena infrastruktur jalan raya di Pulau Natuna yang sangat baik. Walaupun belum ada jalan lingkar yang mengelilingi pulau, jalan raya di Pulau Natuna bisa menghubungkan wilayah satu dengan wilayah lainnya melalui rute dalam, menembus hutan dan pegunungan. Secara infrastruktur, Natuna benar-benar jauh dari kesan daerah perbatasan yang serba kekurangan.

Transportasi
Karena wilayahnya terdiri dari gugusan pulau dan perairan yang luas, untuk mencapai Natuna dapat ditempuh melalui rute perjalanan udara dan laut. Jika melalui perjalanan udara, pesawat yang kamu tumpangi akan mendarat di bandara Ranai, di Pulau Bunguran. Bandara Ranai masih menjadi satu dengan pangkalan TNI angkatan udara. Sedangkan jika melalui rute perjalanan laut, hampir di setiap pulau terdapat pelabuhan untuk tempat bersandar kapal.

Jpeg

Hamparan padang rumput dan langit biru menghiasi landasan pesawat.

Jpeg

Selamat datang di Natuna, pulau terdepan NKRI.

Saat penugasan kemarin (21/8), dari Jakarta, saya menggunakan pesawat Garuda jurusan Jakarta – Batam. Baru keesokan harinya (22/8), saya melanjutkan perjalanan Batam – Natuna dengan pesawat Wings Air. Sesampai di Natuna, ada persewaan mobil (travel) dan ojek (motor) yang bisa mengantarkan kita ke tempat tujuan.

Objek Wisata
Berhubung ini adalah perjalanan ke Natuna dalam rangka penugasan, tidak banyak kesempatan untuk jalan-jalan mengunjungi objek wisata di Natuna. Beberapa objek wisata berhasil saya kunjungi karena lewat saja. Misalnya, Masjid Agung Natuna, Alif Stone Park, dan Tanjung Senumbing. Alif Stone Park dan Tanjung Senumbing mengingatkan saya pada film Laskar Pelangi. Banyak batu-batu besar di pinggir pantai yang mirip dengan Belitung.

Masjid Raya Natuna

Masjid Agung Natuna.

Alif Stone Park

Alif Stone Park, Natuna.

Tanjung Senumbing

Tanjung Senumbing, Natuna.

Selain itu, untungnya, hotel tempat saya menginap terletak di pinggir jalan raya Ranai dan berhadapan langsung dengan pantai. Sesekali, saya berjalan kaki untuk menikmati keindahan pantai Natuna.

Kuliner dan Belanja
Kuliner di Natuna didominasi oleh makanan yang berasal dari ikan. Jika kamu adalah penyuka ikan, berada di Natuna berasa surga. Rasa kulinernya juga tidak jauh dari cita rasa Melayu, mulai dari aneka gorengan, olahan mie, nasi lemak, maupun kerupuk ikan. Rekomendasi yang patut untuk dicoba adalah Kernas, Tabel Mando, dan Mie Tarempa.

Kernas

Kernas berasal dari olahan ikan. Rasa ikannya sangat berasa. Enak disantap selagi hangat di pinggir pantai ditemani es kelapa muda.

Jpeg

Hampir sama seperti Kernas, Tabel Mando berasal dari olahan ikan dan tepun ketan yang dipanggang. Dulu, menjadi makanan pokok penduduk Natuna. Uniknya, bentuk dan teksturnya mirip pizza. Pizza ala Natuna.

Jpeg

Mie Tarempa adalah olahan mie dengan cita rasa rempah Melayu yang khas.

Penginapan
Ada beberapa hotel di Ranai (ibu kota Kabupaten Natuna) yang menyediakan jasa penginapan. Walaupun belum sekelas bintang 5, hotel-hotel itu cukup nyaman untuk ditinggali dengan fasilitas seperti AC, televisi, dan kamar mandi dalam.

Jika kamu berencana pergi ke Natuna, jangan ragu untuk googling via internet. Banyak sekali informasi tentang Natuna baik melalui website resmi maupun review di blog pribadi. Cek juga akun twitter @NTX24. Akun itu cukup aktif dan update untuk informasi tentang Natuna.

Terakhir, pesan saya, jika sudah sampai Natuna, sering-seringlah mendongak ke atas. Jangan sampai lewatkan pemandangan birunya langit Natuna. Sungguh, ini Indonesia!

IMG_4426

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: