Agustus Yang Tiga Satu

Senin lagi, setelah delapan hari tidak melakukan ‘ritual’ berangkat setengah delapan ke kantor (penugasan ke daerah oleh kantor kadang membuat saya linglung sejenak menghadapi Jakarta).

Klik. Gembok pagar kosan berhasil terkunci. Membalikkan badan, kini beradu pandang dengan para tukang ojek konvensional (no GoJek, no Grabbike) yang meminta saya melambai tangan, tanda minta diantar. Sorry Pak, that is in your dream only.

Saya melangkah cepat, meniti gang-gang yang tersembunyi di balik punggung gedung-gedung perkantoran Sudirman. Pukul setengah delapan tapi matahari sudah tinggi. Apa semua bersuka cita melepas Agustus yang tiga satu ini?

Getir. Apa yang akan terjadi di penghujung Agustus? Tiga satu bukan angka yang cukup cantik di kalender. Sebagai angka terakhir (yang kadang-kadang ada, kadang-kadang tidak), patutlah dia dicurigai. Hari ini Senin lagi. Lengkap sudah!

Memasuki kompleks Mayapada, hawa Senin sudah sangat terasa. Orang-orang kantoran itu cukup klimis dengan setelan abu putih atau hitam putih. Permainan warna penanda serius. Memang tidak cocok bercanda dengan hari Senin, katanya.

(Sejenak bersyukur, Mayapada bukan kantor saya. Saya hanya numpang lewat, membuat short cut untuk menuju jalan Raya Sudirman).

Delapan kurang lima. Memulai hari dengan bertemu Transjakarta gratis adalah anugerah. Klaim pribadi, bisa jadi ini hari saya. Lumayan untuk penghiburan nyali yang ciut menghadapi Senin, tiga satu pula.

Teman-teman di kantor menyadari kehadiran saya lagi. Senyum, sapa, peluk, dan pertanyaan-seperti, “Bagaimana Natuna?” seperti roda yang berputar tanpa henti, mengulang. Serba sama. Senang dengan sumringah mereka menyambut kita. Apalagi saat ada Kit Kat Green Tea oleh-oleh dari Batam. Senyuman mereka melebar dua centi.

Agustus yang tiga satu mulai berjalan. Audiensi dengan para mahasiswa magang, pembuatan laporan keuangan perjalanan, exit interview, berbagi cerita dengan teman-teman, makan siang bersama, farewell salah satu officer, perayaan ulang tahun officer, pembuatan surat pengantar, dan aktivitas kantoran lainnya yang sepertinya akan menyerupai job desc jika saya ceritakan di sini.

Ternyata, Agustus yang tiga satu tidak seseram yang saya bayangkan. Ini hanya ketakutan sesaat, mengingat, Agustus kali ini seperti lintasan maraton. Serba cepat. Pun menyeramkan, Agustus tiga satu juga memberikan kejutan. Kaktus tanaman saya yang tumbuh sehat, ulang tahun ketujuh blog, teman-teman yang menyenangkan, atasan yang proaktif mengajak diskusi, serta hal lain yang membuat saya beryukur diberi usia panjang.

Sudah kenalan dengan kaktus kesayangan? Sapa kaktus saya kalau lagi mampir ke kantor IM.

Sudah kenalan dengan kaktus kesayangan? Sapa kaktus saya kalau lagi mampir ke kantor IM.

Makan rame-rame adalah penyemangat!

Makan rame-rame adalah penyemangat!

Farewell Yudhy, graphic designer IM. Walau sudah tidak bekerja di IM sebagai officer, masih bisa 'terikat' sebagai relawan. IM banget!

Farewell Yudhy, graphic designer IM. Walau sudah tidak bekerja di IM sebagai officer, masih bisa ‘terikat’ sebagai relawan. IM banget!

Teman baru! Menyambut mahasiswa UNJ yang akan PPL di IM selama 3 bulan.

Teman baru! Menyambut mahasiswa UNJ yang akan PPL di IM selama 3 bulan.

Jadi, izinkan lebih pede menyambut bulan baru. Selamat datang September satu!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: