Pesona Taman Nasional Baluran

Mimpi apa saya bisa ke Baluran kemarin? Cubit pipi.

Sudah dari sononya, rencana adalah sesuatu yang cita-citakan, disusun, dan dibicarakan berulang-ulang. Urusan diwujudkan atau tidak itu urusan belakangan. Begitu, kan?

Dengan lima Pengajar Muda angkatan II yang ditugaskan ke Bawean, rencana trip ke Baluran itu sudah ada. Dalam rentang waktu 2011-2012, kami membicarakannya sebagai sebuah seremoni perjalanan bersama atas nama persahabatan yang sudah terbina. Nyatanya, itu sebuah rencana yang sampai tahun 2015, belum terlaksana juga.

Dan, percaya atau tidak, hal yang sama juga terjadi di lingkar pertemanan yang lain. Teman main ini, teman main itu, teman SD, teman kos. Lagi-lagi, Baluran. Baluran tetap menjadi destinasi yang ‘sepertinya’ asyik dikunjungi beramai-ramai bersama teman. Padahal, kalau ditanya, saya pun mikir juga. Pesona Baluran yang ‘katanya’ mirip Afrika itu seperti apa wujudnya. Semua orang membicarakannya sebagai sebuah tempat yang wajib dikunjungi.

Oke, saya berusaha membayangkan tayangan TV dengan setting hutan belantara Afrika. Discovery channel, The God Must Be Crazy, The Madagaskar, The Wild Thornberrys, ehI set my expectation highly.

Adalah seorang teman, putra daerah Situbondo, yang selalu berpromosi tentang Baluran. Bagi saya, ini seperti RLBK alias Rencana Lama Bersemi Kembali. Menggaet empat teman lain, akhirnya, kami merencakan akan melakukan trip ke Baluran pada sebuah akhir pekan di bulan Desember 2015. Kami sudah membicarakan rencana ini di … Twitter!

Merak! Beginilah cara @Tunjungdmrjt berpropaganda tentang Baluran. Langsung screenshot!

Merak! Beginilah cara @Tunjungdmrjt berpropaganda tentang Baluran. Langsung screenshot!

Nyatanya, skenario berubah. Setelah gagal berlayar ke Pulau Bawean dan berganti kunjungan ke sebuah taman baca di Situbondo, Baluran masuk dalam list tempat yang akan dikunjungi untuk menghabiskan hari Minggu (9/8). Mumpung sudah sampai di Situbondo, katanya. Jadi, jodoh saya dengan Baluran tidak terjadi di bulan Desember, Agustus!

Saya tersenyum. Ingin rasanya melapor pada teman-teman saya, para pembuat rencana, tentang Baluran dan bahwa Minggu siang (9/8) ini, saya akan ke Baluran. Sedih sih, gagal pergi bersama mereka, tapi dengan lingkar pertemanan yang lain. Semoga mereka bisa menerima (Apa salah saya, punya sekian lingkar pertemanan yang selalu saya iya-kan setiap ada ajakan bepergian? Ah!).

Pukul 11.00 WIB, saya berangkat dari rumah teman di Situbondo menuju Baluran. Bulan Agustus benar-benar kemarau. Sepanjang perjalanan, kering. Masuk ke area hutan (area setelah pom bensin terakhir) banyak pepohonan yang menggugurkan daunnya, menyisakan dahan ranting yang kokoh. Indah memang pemandangannya. Cocok untuk syuting video klip hehe. Sayang, saya dan teman-teman tak sempat berfoto di sana.

Finally, welcome to Baluran!

Finally, welcome to Baluran!

Pukul 14.00 WIB, akhirnya kami sampai di Taman Nasional Baluran (tiga jam, agak lama memang karena kami sempatkan mampir ke Desa Kebangsaan). Kami membeli tiket di area bangunan-bangunan, dekat pintu gerbang utama. Ada beberapa petugas dan pengunjung lain yang juga membeli tiket. Tidak cukup ramai sih, tapi tidak bisa dikatakan sepi juga. Mungkin karena hari itu Minggu siang.

Pusat Informasi sekaligus tempat pembelian tiket masuk ke Taman Nasional Baluran.

Pusat Informasi sekaligus tempat pembelian tiket masuk ke Taman Nasional Baluran.

Karcis perorang termasuk mobil. Karcis masuk kendaraan roda 4 (hari libur) Rp 15.000,00, karcis masuk (hari libur) Rp 7.500,00, dan karcis pengamatan flora dan fauna Rp 10.000,00.

Karcis perorang termasuk mobil. Karcis masuk kendaraan roda 4 (hari libur) Rp 15.000,00, karcis masuk (hari libur) Rp 7.500,00, dan karcis pengamatan flora dan fauna Rp 10.000,00.

Setelah membeli tiket, kami melanjutkan kembali perjalanan menyusuri jalanan dengan pemandangan samping kanan kiri pepohonan. Jalan yang lumayan berbatu itu hanya satu, tinggal diikuti saja, jadi tidak perlu khawatir tersesat. Ini adalah area Taman Nasional Baluran.

Setelah kurang lebih 8 kilo meter perjalanan, lepas dari hutan, akan terhampar padang rumput atau sabana luas. Dengan kondisi kering, saya mulai bisa membayangkan apa yang dikatakan orang-orang sebagai ‘Afrika’-nya Indonesia.

Kalau beruntung, ada beberapa hewan di sana, mulai dari monyet, rusa, kijang, burung merak, dan kerbau. Kebanyakan pengunjung akan antusias dan mencoba menangkap momen itu dengan kameranya masing-masing.

Iconis. Setiap pengunjung pasti berhenti dan berfoto di sini.

Iconis. Setiap pengunjung pasti berhenti dan berfoto di sini.

Pengunjung Taman Nasional Baluran.

Pengunjung Taman Nasional Baluran.

Tidak ada aktivitas yang bisa kita lakukan bersama hewan-hewan itu, kecuali berfoto. Memberi makan jelas dilarang keras di wilayah ini. Pengunjung pun tidak boleh membuang sampah sembarangan untuk ikut serta menjaga kelestarian hewan dan tumbuhan di sini.

Tong sampah hijau di hamparan padang rumput luas yang menarik perhatian saya.

Tong sampah hijau di hamparan padang rumput luas yang menarik perhatian saya.

Beberapa fasilitas, seperti musola dan toilet yang ada di Taman Nasional Baluran.

Beberapa fasilitas, seperti musola dan toilet yang ada di Taman Nasional Baluran.

Gardu pandang, bisa melihat seantero Taman Nasional Baluran dari sini. Hati-hati, tangganya curam.

Gardu pandang, bisa melihat seantero Taman Nasional Baluran dari sini. Hati-hati, tangganya curam.

Serunya piknik di Baluran. Thanks to @Tunjungdmrjt's mom for the meals (foto: @astadewanti)

Serunya piknik di Baluran. Thanks to @Tunjungdmrjt’s mom for the meals (foto: @astadewanti)

Selain berjalan menanjak untuk sampai di gardu pandang, para pengunjung juga bisa piknik di sini. Seperti yang saya lakukan dengan teman-teman. Tidak perlu khawatir, di Taman Nasional ada beberapa fasilitas seperti pedagang makanan/minuman, mushala, dan toilet.

Jangan Lupa, Pantai Bama …

Bama beach with its monkies.

Bama beach with its monkies.

Setelah puas memandang hamparan bentang alam Afrika di tanah Jawa, ada baiknya melanjutkan perjalanan ke Pantai Bama. Melihat sunset menjadi agenda yang tidak bisa dilewatkan. Kebetulan, letak Pantai Bama tidak jauh dari Taman Nasional Baluran. Masih mengambil rute jalan yang sama dan mengikuti petunjuk papan jalan, maka dalam beberapa menit, sampailah di Pantai Bama.

Ada beberapa cottage yang bisa digunakan untuk menginap di Pantai Bama. Bisa juga jika ingin bermalam dengan tenda di tepi pantai. Seperti Baluran, di Pantai Bama juga ada beberapa fasilitas seperti pedagang makanan/minuman, mushala, dan toilet.

Cottage di pantai Bama.

Cottage di pantai Bama.

Menurut saya, Pantai Bama tergolong pantai yang tenang dan sepi. Entah, apakah karena saya sudah sore jelang magrib saat tiba di sana. Sebagai hiburan, ada monyet-monyet cukup ‘nekat’ berkeliaran di area pantai dan siap menyambut pengunjung yang datang.

Pukul 19.00 WIB, saya dan teman-teman meninggalkan Taman Nasional Baluran. Jalan setapak memang tidak menyediakan lampu penerang jalan. Berbekal lampu mobil, kami menyusuri jalanan untuk menuju pintu keluar gerbang Taman Nasional Baluran.

Betapa surprise-nya kami, saat melihat hewan-hewan itu bersosialisasi dengan cara mereka sendiri di tengah kegelapan malam. Pemandangan yang tidak kami saksikan di siang hari, ternyata ada di malam hari. Kami yang berada di dalam mobil, berusaha untuk tetap tenang. Rasanya seperti safari night.

Jadi, setelah seharian menghabiskan waktu di Baluran, saya tersenyum-senyum sendiri. Finally, Baluran yang kata orang-orang itu, bisa saya kunjungi sendiri. Bentang alamnya memang memanjakan mata karena yang seperti ini jarang kita jumpai. Ah, Baluran, sampai jumpa lagi!🙂

PS.
Foto-foto dalam tulisan saya jelas jauh beda dengan foto-foto di Google saat kamu mencoba mencari informasi tentang Baluran. Saya pun demikian saat browsing, ekspektasi saya menjadi tinggi. Nyatanya, menikmati Baluran langsung menjadi lebih menghadirkan pengalaman personal ketimbang di balik lensa kamera.

Taman Nasional Baluran
Lokasi: Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Indonesia

1 comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: