Who Am I?

Edisi 1 #DibuangSayang

Ditulis tanggal 14 Januari 2006 dengan font Papyrus 12. Ditemukan di folder data (D:) tanggal 17 Juli 2015. Setelah saya ingat-ingat, tulisan ini untuk lomba menulis sabun jerawat (kala itu). Terlihat, sejak SMA, betapa randomnya saya :))

Happy banget zaman SMA. Hayoh, tebak saya yang mana? Paling kiri yang bawa bunga ungu di kepala hehe.

Happy banget zaman SMA. Hayoh, tebak saya yang mana? Paling kiri yang bawa bunga ungu di kepala hehe.

* * *

Namaku Hety, panggil saja begitu. Umurku sekarang 17 tahun. Selama 17 tahun itu, banyak banget yang datang dan pergi. Manis, asem, pahit, sedih, gembira. Wah, pokoknya aku enggak menyesal. Aku justru bersyukur banget dan aku percaya bahwa tiap orang tuh udah dikasih jalan sama kehidupannya masing- masing. Sama satu lagi, kita semua tuh harus berusaha buat mengejar impian atau cita-cita yang kita inginkan. Enggak ada yang jatuh dari langit cuma-cuma, semuanya harus disertai doa dan usaha.

Tanggal 17 Agustus 2004 kemarin, aku menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) kota Yogyakarta. Walaupun aku enggak berhasil lolos seleksi Paskibraka Nasional buat upacara di Jakarta, aku tetep bangga kok. Aku seneng karena diberi kesempatan buat megang dan melihat langsung bendera merah putih pertama yang dikibarin dulu pas Yogyakarta menjadi ibukota Republik Indonesia. Jadi, tahun 2004 kemarin, aku dan teman-teman Paskibraka mengibarkan bendera kedua yang dikirim dari Jakarta. Sejak menjadi Paskibraka, aku jadi tahu dan sadar apa sebenarnya nasionalisme dan patriotisme itu dalam wujud yang nyata. Dulu, pas SD, aku sering mendengar kedua isilah itu dari pelajaran PPKN, tapi dalam wujud bacaan yang abstrak. Sayangnya, sebagai generasi muda, banyak dari kita yang udah terlena dengan kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia. Dan seakan mereka tuh udah enggak peduli lagi. Perjuangan yang berat para pahlawan dulu, baru terasa ketika aku mengikuti seleksi untuk menjadi Paskibraka. Seleksi fisik dan seleksi mental dari sekian banyak pelajar-pelajar SMA di kota Yogyakarta harus kulalui hanya untuk menjadi Paskibraka, pasukan yang mengibarkan bendera. Di situlah letak keistimewaannya yang kutemukan. Dan lagi-lagi aku sangat bersyukur kepadaTuhan.

Menjadi Paskibraka itu hanya sehari. Hanya tanggal 17 Agustus. Setelah tugas pengibaran selesai, aku menjadi Purna Paskibraka. Organisasi yang menampung para Purna Paskibraka dinamakan Purna Paskibraka Indonesia (PPI). Nah, untuk masuk organisasi PPI, kita, para purna paskibraka, harus setelah lulus SMA. Walaupun blum menjadi anggota PPI, seorang Purna Paskibraka juga dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh PPI.

Aku pernah mengikuti Musyawarah Nasional Pemuda Indonesia tahun 2004 yang dilaksanakan pada tanggal 24-26 Oktober 2004 di Yogyakrta. Sebagai perwakilan dari PPI kota Yogyakarta, utusan dari Yogyakarta, aku bertemu orang-orang dari seluruh Indonesia, baik mahasiswa ataupun pelajar. Aku senang sekali karena melihat langsung perdebatan antara mahasiswa-mahasiswa dan pelajar-pelajar yang menyoroti tentang keadaan Indonesia saat itu. Event-event yang diselenggarakan PPI antara lain Lomba Baris-Berbaris (LBB) kota Yogyakarta dan Invitasi Bola Basket (IBB) antarpelajar SMA se-kota Yogyakarta. Di situ, aku turut serta menjadi panitia.

Hobiku menggambar. Aku belajar menggambar secara otodidak. Orang tuaku lebih suka me-ngeles-kan aku les bahasa Inggris daripada les melukis. Ya, sudah aku menurut saja tanpa pembelaan diri. Awalnya sih kecil- kecilan, lomba menggambar tingkat RT. Tapi lama-lama, pas SMA ini kucoba untuk mengikuti lomba karikatur. Ternyata, tanpa kuduga aku mendapat juara, yaitu juara 3 lomba karikatur teknik sipil Universitas Diponegoro tingkat Jateng-DIY (16 April 2005) dan juara 3 lomba karikatur Olimpiade Lingkungan ASEHI (20 Agustus 2005). Selain itu, aku pernah meraih juara lomba majalah dinding Youth Studi Centre tingkat kota Yogyakarta bersama teman-temanku di kelas 2 IPS, lomba paduan suara bersama teman-teman ekstra paduan suara sekolah, dan lomba baris-berbaris bersama teman-teman peleton inti/tonti sekolahku.

Tips biar PD walaupun lagi jerawatan, biasanya aku kalau lagi jerawatan, sebelum pergi keluar rumah atau sebelum tidur, jerawatnya aku kompres pakai air hangat. Biasanya sih jadi mengecil, walau belum bener- bener ilang. Yah, tapi kan minimal ukurannya jadi mengecil, enggak segede sebelumnya🙂. Terus biasanya saat beraktivitas di luar rumah kan ketemu orang banyak, aku banyak tersenyum (tebar senyum sekalian tebar pesona hihi…) dan ketawa. Karena menurutku, dengan banyak tersenyum dan ketawa, kita jadi kelihatan tambah manis en enak dilihat. Kalau misal ditanyain temen soal jerawat kita, dijawab asal aja sambil becanda. Bilang aja jerawat kita ini isinya kupon berhadiah. Mesti ntar pada ketawa semua. Kan jadi hepy semua. Prinsipnya pas jerawatan, kesabaran sedng diuji. Tahan tangan kita buat megang-megang jerawat, siapin mental baja yang tahan ledekan teman –teman dan selalu berkeyakinan teguh: ni jerawat bakal hilang. Aku jadi inget kata guruku pas SMP. Guruku itu bilang, remaja tanpa jerawat tuh bagaikan langit malam tanpa bintang. Ckckck, kalau dipikir-pikir bener juga sih kata guruku itu🙂.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: