Peluncuran Anugerah Jurnalistik Aqua V

Senang sekali, sore kemarin (9/7) saya mendapatkan invitasi untuk hadir dalam peluncuran Anugerah Jurnalistik Aqua (AJA) V, sekaligus buka puasa bersama di The Belly Clan, Jakarta. Agak surprise juga, karena AJA V kali ini mengingatkan saya pada AJA sebelumnya. Pada AJA IV tahun 2014, saya ikut mengirimkan artikel untuk kategori blogger. Sayangnya, saya belum mendapatkan juara.

Pada AJA IV, saya memanfaatkan momentum itu untuk berbagi pengalaman saya saat KKN di Gunung Kidul tentang konservasi air. Bukan rahasia lagi, Gunung Kidul tidak pernah lepas dari masalah kekeringan. Daripada menyimpan kegemasan saya tentang kekeringan di kepala, saya membaginya melalui kompetisi menulis di AJA IV (baca tulisan saya di sini: Pringsurat 7.488 Jam).

Masalah tentang air memang tidak pernah ada habisnya. Mau di desa atau kota sekalipun, masalah tentang air selalu hadir dengan karakteristik yang berbeda. Mau berbagi cerita seperti saya? Yuk! Tahun ini, Aqua kembali lagi menyelenggarakan AJA V dengan mengangkat tema “Kelestarian Air dan Lingkungan Sebagai Tanggung Jawab Bersama”. Syarat dan mekanisme AJA V dapat dilihat melalui Anugerah Jurnalistik Aqua (AJA) V. Yang istimewa pada AJA V kali ini adalah adanya kategori baru yang sebelumnya tidak ada, yaitu kategori radio.

Selain berbagi informasi tentang AJA V, kemarin juga diadakan diskusi dengan tema yang sama. Narasumber yang hadir antara lain Prof. Dr. Emil Salim, tokoh lingkungan hidup Indonesia, Sigit Kusumawijaya, inisiator Indonesia Berkebun, dan Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director PT. Tirta Investama (Aqua Group). Diskusi berlangsung seru karena masing-masing narasumber ‘kaya’ pengetahuan pada bidang masing-masing.

Prof. Dr. Emil Salim berulang kali menekankan pada berbagai pihak untuk ikut menjaga kelestarian air, baik melalui water balance maupun water recycling dengan pemanfaatan teknologi.

Prof. Dr. Emil Salim berulang kali menekankan pada berbagai pihak untuk ikut menjaga kelestarian air, baik melalui water balance maupun water recycling dengan pemanfaatan teknologi.

Siklus air yang terjadi secara alami memang membuat volume air di bumi tetap. Walaupun demikian, kita tetap harus memperhatikan water balance, yaitu saat X liter air diambil dari alam, maka kita harus bisa memastikan bahwa kita melakukan konservasi untuk mengembalikan X liter air yang telah kita ambil. Wujud konservasi ini bisa bermacam-macam, mulai dari penananam pohon, pembuatan biopori, pembuatan sumur resapan, pembuatan embung, rehabilitasi saluran irigasi, dan pengembangan pertanian organik. Di sinilah, Aqua, selaku perusahaan yang mengemban Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, berkewajiban untuk melibatkan masyarakat lokal, komunitas, dan LSM dalam melakukan semua usaha konservasi tersebut.

Anugerah Jurnalistik Aqua (AJA) V, batas pengumpulan karya 31 Oktober 2015.

2 comments
  1. Mbaak untuk kategori blogg ono ora sih?.
    Infone bisa di cek dimaana?.

    Like

    • Hety A. Nurcahyarini said:

      Kategori karya yang dilombakan:
      1. Karya Tulis Jurnalis (Cetak dan Online)
      2. Karya Tulis Umum (Blog)
      3. Karya Foto Jurnalis
      4. Karya Foto Umum (Blog)
      5. Liputan Televisi
      6. Liputan Radio

      Info lombanya bisa cek di sini http://aqua.com/anugerahjurnalistik/

      Happy blogging!

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: