Tulisanmu, Harta Karunmu

Ruang meeting dingin karena AC, sementara di luar sana panas terik
Selasa, 9 Juli 2015

Apa yang bisa menghentikan fokusmu saat meeting berlangsung? Ya menatap slide presentasi, ya ikut menyimak pendapat teman-teman peserta meeting yang ada di situ? Tiba-tiba, BLAM!

Jawaban saya, BBM dari mama!

13.01
Dik mama nangis abis baca semua tulisan pengalaman dik hety umroh

Heh? Bukannya ikut terharu, saya malah nyengir kuda (anak macam apa saya ini? =p). Yeah, lagi-lagi, mama membaca cerita di blog saya. Bukannya apa-apa sih, sejak punya akun email di Gmail, mama selalu mendapat notifikasi saat saya mengunggah tulisan di blog saya melalui Google Plus. Dari sana, tak hanya cerita baru, mama pun akhirnya menjelajah ke ‘koleksi lawas’ yang pernah saya buat.

Lucunya, semakin sering saya mengunggah tulisan di blog, mama semakin sering mengetahui kondisi teraktual saya. Yah, bayangkan saja ini seperti ‘breaking news’. Setelah mengunggah tulisan di blog, biasanya mama akan mengirim BBM atau Whatsapp, “Dik hety lagi gini ya … .” Menanyakan kabar lewat telepon?? Lewaaaat. Mengunggah tulisan di blog lebih cepat.

Semua ini bermula saat saya menulis tentang ulang tahun papa. Saat pulang ke Jogja, mama pun menodong saya dengan pernyataan to the point-nya, “Cie, ulang tahun papa ditulis nih. Masak iya, sih, papa kayak gitu, dek.” (Sepertinya mama pengen ditulis juga =p)

Ada-ada saja sebenarnya. Saya maklum saja. Sejak kenal blog, saya belajar untuk memilah mana tulisan yang bisa dibagikan dan bermanfaat untuk orang lain, mana yang harus disimpan saja untuk kemudian dilupakan. Tulisan yang kita buat di blog memang untuk dibaca oleh orang di luar sana, baik orang yang kita kenal, maupun orang antah berantah yang tidak kita kenal sekalipun. Tidak ada rahasia-rahasiaan. Kalau rahasia, mengapa ditulis di blog? Ya, kan?

Tapi …

Saya jadi ingat seorang teman yang ternyata ‘rajin’ membaca blog saya diam-diam, tanpa meninggalkan jejak (baca: tidak memberi ‘like’ pada tulisan maupun komentar). Suatu hari dia berkata, “Het, tulisanmu yang ini, sampai kutranslate ke bahasa Inggris dan kukasih ke temenku, lho!”

Antara melongo dan terharu, saya tak menyangka teman saya sampai berbuat seperti itu. Menurut saya, dia lebih kaya pengalaman daripada saya. Dia cukup sering bolak balik ke luar negeri untuk ikut pertukaran pemuda atau konferensi.

Ah, apaan sih. Pengalamanmu lebih banyak, tuh. Coba deh tulis, nanti aku gentian baca. Pasti seru bisa jalan-jalan ke tempat-tempat baru.”

Aku tuh kebalik, Het. Kalau orang nulis pengalamannya di blog biar dibaca banyak orang, aku justru nulis rahasia di blog biar enggak banyak orang yang tahu.”

Saya tak berkomentar lagi. Bagi saya, rasanya, cukup tahu saja ada orang seperti itu. Menganggap, jagat dunia maya adalah hutan hujan tropis yang bisa menyembunyikan suatu rahasia. Iya, ada. Ada lho, orang seperti itu! Toh, semua akan kembali pada si penulis. Silakan penulis bertanggung jawab tentang apa yang ditulisnya.

Kalau kamu tipe yang mana?

PS.
Some memories are best forgotten” (Memento)

2 comments
  1. Bukik said:

    Begitulah aku mengetahui kondisi teraktual Damai🙂
    Lebih asyik baca blognya daripada telepon yang lebih banyak haha hihi😀

    Like

  2. Hety A. Nurcahyarini said:

    Ternyata nggak cuma aku, ya, yang mengalami haha. Makasih banget ada penemuan yang namanya, blog. Dulu, nulisnya di buku Diary, mas Bukik. Terus dibaca mama jadi akunya senewen sendiri. Sekarang, mau dibaca? Silakan, mam! xD

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: