Si Embak

She is my sister,  my sister, and my sister, forever!

She is my sister, my sister, and my sister, forever!


Dulu, mama kekeuh menjadikan kami sebagai anak kembar. Beda usia empat tahun bisa tercover dengan kegendutan saya (dilarang ketawa, please). Walau anak kedua, badan saya cukup chubby dan yah.. setaralah untuk anak seusia embak saya. Untuk memeriahkan skenario ‘kembar-kembaran’ ini, mama punya dua rumus untuk membelikan baju. Pertama, model sama, warna beda dan kedua, model beda, warna sama.

Sayangnya, seiring kami dewasa, saya dan Si Embak makin ter-bhineka tunggal ika-kan (baca: berbeda). Embak berani, saya pemalu. Embak tomboy, saya feminim. Embak IPA, saya IPS. Embak ‘orang malam’, saya morning person. Embak penurut, saya tukang protes hahaha. Panjang ini kalau diteruskan, percayalah =b.

Dan, akhirnya … Si Embak menemukan Si Sepatu Kirinya. Salah besar, kalau kamu menebak saya, Si Adik, sebagai Sepatu Kiri Embak. Walau digadang-gadang anak kembar, kami bukanlah sepasang sepatu kiri dan kanan. Bayangkan saja, Embak adalah sneakers dan saya adalah high heels. Kami masih bersaudara sebagai sesama sepatu tapi untuk urusan pasangan, ada yang sudah ‘memilihkan’.

So, happy wedding my beloved sister. Mau hadiah apa? Jangan jawab, ‘adik ipar’, ya hihi đŸ˜€

PS.
Ini salah satu tulisan saya tentang Si Embak, wujud darma bakti adik kepada kakaknya. Baca di sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: