Menuju Medan

4 Juni 2015

medan/me•dan/ /médan/ n 1. tanah lapang; tempat yg luas (untuk berpacu kuda dsb); alun-alun; 2. ki lingkungan; ruang lingkup: — juang tentara mencakupi pula — pembangunan; 3. lokasi; daerah: untuk mencapai tempat pesawat jatuh amat sulit krn berada di hutan lebat dan — nya menanjak; 4. Geo batas sentuhan antara dua massa udara yg berbeda keadaannya; 5. Fis ruang yg mengandung pengaruh gaya, msl medan magnet, medan listrik

(http://kbbi.web.id/medan)

Masih terbayang betapa cepatnya taksi yang saya tumpangi tadi. Wuuutz.. menembus kemacetan pukul 17.10 WIB, jam pulang kantor sejuta umat. Khas Jakarta sekali. Tebak, saya sampai di bandara jam berapa.. Jam 18.00!

Too fast to be true. Saya tersenyum penuh kemenangan. Dugaan saya sebelumnya, saya akan berpacu dengan melodi jantung saya karena mengejar penerbangan jam 20.40. Apalagi di kantor tadi, teman-teman justru yang gelisah melihat saya masih berkeliaran naik turun tangga, “Het, cepetan berangkat, lho!”, “Het, ntar nggak kekejar, lho!”

Dengan gayanya, saya memesan grabtaxi sambil menimpali teman saya yang mengajak ngobrol. Kemampuan jempol menari di HP terkalahkan saat fokus perhatian terbagi. “Het, kamu buruan berangkat lalalalalala..“, sementara klik klik klik saya memesan taksi dan ups! Kode promo alias potongan 15.000 tidak saya masukkan. Oke, fine! Penyakit panik itu benar-benar menular dan membuat gagal fokus.

Tidak selamanya kecerobohan berakhir tidak menyenangkan. Beberapa menit kemudian, saya sudah berada di taksi dan terlibat percakapan seru dengan Si Bapak driver. Siapa sangka, Si Bapak driver adalah guru les Matematika. Bahkan, beberapa murid lesnya adalah anak-anak pejabat. Uniknya, dalam perbincangan kami, si Bapak driver menyatakan ketertarikannya dengan Indonesia Mengajar dan ingin ikut Kelas Inspirasi.

Ingatan akan kecerobohan saya kembali lagi saat Si Bapak driver dengan polos mengatakan, “Mbak, tadi nggak memasukkan kode promo, ya?”

Hem. Saya tersenyum simpul. Rasanya, tidak sanggup lagi bercerita tentang kecerobohan slash kemalangan saya hari itu. Pekerjaan kantor yang merengek-rengek tidak bisa ditinggal harus bisa tegas didelegasikan dan memberi kepercayaan orang lain untuk ambil peran. Saya pun tak berhak merusak semangat Si Bapak dengan cerita saya yang seperti itu. Ikhlaskan.

Enggak apa-apa. Untuk Bapak saja.”

Sesampai di Medan, langsung disambut Mie Aceh. Penenang rasa. Selamat datang di Medan!

Sesampai di Medan, langsung disambut Mie Aceh. Penenang rasa. Selamat datang di Medan!

Moral Story
Terburu-buru benar-benar tidak baik untuk kesehatan =b.

#NulisRandom2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: