Menjenguk Muara Enim

Di Indonesia Mengajar, tempat saya bekerja, ada istilah ‘site visit’. Kalau dari arti perkatanya, kalian pasti sudah tahu. ‘Site’ berarti tempat atau lokasi dan ‘visit’ yang berarti mengunjungi.

Site visit merupakan salah satu bentuk pendampingan yang diberikan kepada Pengajar Muda yang ditempatkan di kabupaten di seluruh Indonesia selama satu tahun penugasan. Site visit biasanya dilakukan pada bulan kelima sampai keenam Pengajar Muda berada di daerah penempatan.

Oh ya, dalam site visit, tidak melulu hanya agenda kunjungan ke desa dan sekolah penempatan Pengajar Muda saja lho, ada juga agenda lain seperti silaturahmi dengan pemangku kepentingan (stakeholder) daerah, refleksi, dan evaluasi. Semua terbungkus rapi dalam agenda site visit selama satu minggu penuh.

Menginjakkan kaki di Muara Enim untuk site visit perdana sebagai officer Indonesia Mengajar.

Menginjakkan kaki di Muara Enim untuk site visit perdana sebagai officer Indonesia Mengajar.

Site visit perdana saya sebagai officer Indonesia Mengajar adalah bulan Januari lalu. Saya berkesempatan untuk site visit ke Muara Enim, salah daerah penempatan Pengajar Muda angkatan VIII. Muara Enim adalah sebuah kabupaten yang secara administratif, masuk dalam propinsi Sumatera Selatan (beribukota di Palembang).

Perjalanan dari Jakarta ke Palembang via udara memang tidak lama, hanya 45 menit saja. Ini adalah kali pertama saya menginjakkan kaki di Palembang. Sesampai di Palembang, bukan berarti ini adalah akhir dari perjalanan. Saya masih harus melanjutkan perjalanan via darat untuk mencapai desa penempatan Pengajar Muda di Muara Enim yang terbagi dalam beberapa kecamatan.

Perjalanan menuju desa dan sekolah Pengajar Muda di Kecamatan Lubai (dokumentasi Pengajar Muda Muara Enim).

Perjalanan menuju desa dan sekolah Pengajar Muda di Kecamatan Lubai (dokumentasi Pengajar Muda Muara Enim).

Yang ‘awet’ dalam ingatan saya saat site visit ke Muara Enim beberapa bulan lalu adalah hangatnya sambutan yang diberikan oleh Pengajar yang ditempatkan di sana. Walaupun di angkatan saya (by the way, saya Pengajar Muda angkatan II =b) belum ada mekanisme pendampingan seperti site visit, saya bisa ikut terlarut dalam antusiasme mereka saat mendapat kunjungan dari officer di Jakarta.

Cheers! Murid-murid SD N 31 Lubai dan site visitor, sama-sama antusias.

Cheers! Murid-murid SD N 31 Lubai dan site visitor, sama-sama antusias.

'Welcoming picture' ala murid-murid SD N 10 Rambang.

‘Welcoming picture’ ala murid-murid SD N 10 Rambang.

Tak ada mic, toa pun jadi. Saya tidak sedang berorasi lho, ini sedang memberikan sambutan dan ucapan terima kasih di hadapan kepala sekolah, guru, serta orang tua siswa.

Tak ada mic, toa pun jadi. Saya tidak sedang berorasi lho, ini sedang memberikan sambutan dan ucapan terima kasih di hadapan kepala sekolah, guru, serta orang tua siswa.

Sowan. Bertemu dan bersilaturahmi dengan kepala sekolah dan guru-guru di SD N 9 Semende Darat Tengah.

Sowan. Bertemu dan bersilaturahmi dengan kepala sekolah dan guru-guru di SD N 9 Semende Darat Tengah.

Main, yuk! Berkumpul di lapangan dan berkenalan dengan murid-murid SD N 9 Semende Darat Ulu.

Main, yuk! Berkumpul di lapangan dan berkenalan dengan murid-murid SD N 9 Semende Darat Ulu.

Mengakhiri kunjungan dengan berfoto bersama guru, hostfam, Pengajar Muda, dan murid-murid SD N 30 Lubai (dokumentasi Pengajar Muda Muara Enim).

Mengakhiri kunjungan dengan berfoto bersama guru, hostfam, Pengajar Muda, dan murid-murid SD N 30 Lubai (dokumentasi Pengajar Muda Muara Enim).

Bayangkan proses panjang yang sudah dilalui oleh Pengajar Muda ini, mulai dari tahapan seleksi online dan Direct Assessment, pelatihan intensif di camp selama dua bulan, sampai penempatan di sepuluh kabupaten secara berkelompok selama satu tahun. Kini, setelah beberapa bulan hidup di daerah penempatan sebagai guru Sekolah Dasar dan fasilitator masyarakat, para Pengajar Muda itu berubah.

Daerah penempatan bukan hanya tempat Pengajar Muda hidup selama satu tahun sebagai guru, melainkan juga tempat pembelajaran kepemimpinan (di Indonesia Mengajar, kami menyebutnya sebagai ‘School of Leadership’). Warna kulit dan berat badan boleh saja berubah, lebih dari itu, penguasaan bahasa daerah sampai ke perubahan sikap/pandangan menambah kebahagiaan saat bertemu dengan Pengajar Muda di daerah penempatan. Bagi saya, itu adalah salah satu bukti nyata bahwa mereka ‘benar-benar’ hidup, bekerja, dan berinteraksi dengan masyarakat setempat, tanpa membuat jarak.

Site visit membuat saya begitu dekat dan nyata dengan apa yang terjadi di daerah penempatan Pengajar Muda. Tanpa menjual kesedihan dan keterpencilan suatu daerah, ternyata daerah bisa mandiri dengan inisiatifnya sendiri. Jarak yang jauh atau dekat, sinyal atau tidak bersinyal, daerah hutan atau pegunungan, iklim panas atau dingin, jalan rusak atau jalan mulus, semuanya sudah tidak menjadi soal. Nyatanya, banyak penggerak daerah bermunculan dan menunjukkan kepedulian dengan cara membuat terobosan di bidang pendidikan untuk maju, dengan berkolaborasi dengan Pengajar Muda.

Jadi, kondisi daerah penempatan bukanlah alasan untuk tidak bahagia dalam penugasan site visit. Justru, semakin saya temui kondisi teresktreem sekalipun saat site visit, digit kecintaan saya pada Indonesia bertambah satu.

Focus on the journey, not the destination. Joy is found not in finishing an activity but in doing it (Greg Anderson).

Focus on the journey, not the destination. Joy is found not in finishing an activity but in doing it (Greg Anderson).

Sampai jumpa di site visit berikutnya🙂.

#MyLifeAsAnOfficer

Tentang Pengajar Muda – Indonesia Mengajar.

3 comments
  1. Memang kehidupan di daerah begitu ‘murni’ dan sangat berkesan bagi yang lahir dan besar di kota2 besar .. ikut senang bisa membaca pengalaman menarik ini .. selamat yaa🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: