Catatan Usaha Bernama Resolusi

Selamat bulan Januari!
(Walaupun sekarang tanggal tujuh. Hore! Teteup semangat.)

NewYearResolutions2015

Sebut saja ritual tahunan. Kita ‘dipaksa’ menulis apa yang akan diperbuat di tahun 2015. Sekedar alasan ‘tomorrow we never know’ sepertinya enggak akan mempan. Masih saja kita dipaksa untuk menjawab pertanyaan, “Apa resolusimu di tahun 2015?”

Bersyukurlah bagi para antiresolusi yang langsung bisa mengelak pertanyaan itu seperti teman sekantor saya, “Aku nggak pernah bikin resolusi!” Done! Nah, bagi yang tak kuasa menolak, ya, wassalam. Jawab sekenanya sepertinya bisa jadi solusi (ideologi ngeles :p).

Pengen vs Butuh
Pengen versus butuh memang bukanlah teori baru. Ibarat pertandingan bola, mereka adalah derby dalam ego kita sebagai seorang manusia.

Bagi para pembuat resolusi, yuk, cek isi resolusi kita. Sebenarnya, yang kita tuliskan di sana adalah sesuatu yang kita inginkan atau sesuatu yang kita butuhkan?

Tenang, saya enggak bermaksud menyontek resolusi, kok. I have my own resolution. Saya adalah loyalis alias pembuat resolusi setiap tahun. Setiap tahun, saya membuat resolusi hidup di atas kertas berupa poin-poin bonus gambar (ala saya) sebagai penyemangat.

Nyatanya?

Walaupun setiap tahun membuat resolusi, hidup saya begini-begini saja. Maksudnya, sesuatu yang sepertinya muluk-muluk saya tulis, tidak membawa saya ke mana-mana, seperti dugaan saya sebelumnya.

Mengapa?

Penasaran, saya pun membandingkan salah satu poin resolusi tahunan yang pernah saya buat. Saya bandingkan daftar resolusi tahun 2012, 2013, dan 2014.

Lucunya, selama tiga tahun berturut-turut, saya menuliskan resolusi yang sama, ‘bisa menyetir mobil.’ Ya, saya memang ingin bisa menyetir mobil. Sayangnya, hingga memasuki tahun 2015, kini, saya belum bisa menyetir mobil.

Apakah tidak ada usaha? Ada dong! Saya pernah mengambil kursus naik mobil dua kali di Jogja. Bahkan, izin menyetir mobil papa pun sudah saya kantongi.

Ternyata, itu saja tidak cukup. Ada hal lain di luar perkiraan saya. Seperti, dari Jogja, saya pindah ke Jakarta, saya tidak membawa mobil ke Jakarta, dan faktor-faktor lain yang belum bisa saya antisipasi sampai sekarang. Padahal, layaknya belajar membaca, menyetir mobil membutuhkan pembiasaan (a very special note to my self).

Kini, 2015, saya jadi malu sendiri untuk menuliskan, bisa menyetir mobil sebagai salah satu resolusi. Haha. Saya tertawa mengakui kekhilafan saya. Sepertinya, saya belum berhasil dalam menerjemahkan sesuatu yang saya inginkan dan saya butuhkan pada tahun-tahun itu.

“Kenalkan, Namanya Proses”

Disadari atau tidak, semua hal di dunia ini membutuhkan proses. Tidak hanya, Januari menulis resolusi, tiba-tiba Desember tinggal masa penagihan dan pengakuan, kesampaian atau tidaknya.

Proses adalah bagian yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Walaupun film Doraemon, Stand by Me berhasil meraih 1 juta penonton, tetap saja, tidak akan ada kantong ajaib yang tercipta untuk mengabulkan semua permintaan kita (hihi, apaan sih?).

Jadi, mari berusaha!

*
Titipan quote dari Mbak Merry Riana untuk orang yang sedang/selalu berusaha, “I might be not the strongest nor the smartest, but I’m the most persistent… “)

PS.
– Bisa menyetir mobil masuk dalam resolusi 2015, nggak, ya? Rahasia :p
Confession of sin, hihi. Agak usil untuk memberi judul tulisan ini demikian. Apakah kalau tidak berusaha itu berdosa? Atau kalau sudah berusaha tapi belum ada hasilnya? Lebih bijak dan non-kontroversi, saya pilih saja, catatan usaha.

Gambar dari sini.

2 comments
  1. kak .. met tahun baru yaaaa, sukses selalu dan cepet nikah hahaha

    Like

  2. Hihi.. segalanya emang butuh proses dan usaha.
    Entah keinginan atau kebutuhan ya gapapa mbak, yang penting kita punya skala prioritas. Semangat! ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: