Tak Ada Mimpi yang Kadaluarsa

Saya resah. Masa berlaku paspor saya habis di tahun 2015. Sejak dibuat tahun 2010 hingga kini, paspor saya masih bersih tanpa cap keimigrasian. Sedih, memang. Apalagi saat membuat paspor, saya dikira akan menjadi TKI di Malaysia. Padahal di dokumen tertulis jelas, ‘PERSYARATAN BEASISWA’. Tak terbayang rasanya, saya harus memperpanjang paspor yang lembarannya masih kosong melompong.

Benarkah saya anak jurusan Hubungan Internasional? Ke luar negeri saja, sekalipun belum pernah. Padahal di kampus, saya melahap materi tentang politik, pemerintahan, dan hubungan antarnegara. Apakah setelah lulus, keilmuwan saya akan dipertanyakan hanya karena belum pernah ke luar negeri? Ah, sepertinya keilmuwan saya bukan lagi Hubungan Internasional, melainkan Hanya Imajinasi. HI.

Oke, bukannya saya tidak berusaha. Berbagai seleksi beasiswa sudah saya ikuti tapi hasilnya nihil. Mungkin bahasa Inggris saya kurang bagus atau kalah saing dengan kandidat lain. Mimpi bisa ke luar negeri gratis benar-benar menyiksa. Haruskah saya pertahankan karena semakin hari, saya nampak konyol dengan mimpi saya.

Sampai suatu hari di tahun 2013, saya membaca tawaran menjadi delegasi Indonesia dalam BYND 2015 di Costa Rica di milis alumni. Sebagai syarat, kami diminta untuk mengisi aplikasi. Dengan semangat pantang menyerah, saya langsung mengisi aplikasi dan mengirimkannya.

Lama berselang, bahkan saya lupa. Tiba-tiba, saat rapat, handphone saya berbunyi, “Hety.. Selamat ya.. Akhirnya Hety yang dapat ke Costa Rica untuk Global Youth Summit”. SMS dari Bu Yundri bagai petir di siang hari. Saking kagetnya, Ibu Direktur menegur saya, “Hety, kamu kenapa?”

Singkat cerita, saya tidak hanya pergi ke Costa Rica, tetapi juga Malaysia, Belanda, dan Panama City. Saya bersyukur. Semula, saya hanya memimpikan satu tapi Tuhan menjadikannya berlipat. Saya hanya bersabar merawat mimpi saya dengan terus berusaha. Ternyata Tuhan membantu dengan cara-Nya.

Jadi, apa kabar paspor saya? Kini, cap-cap imigrasi di lembaran paspor tersenyum manis pada saya. Ya, akhirnya, mimpi ke luar negeri gratis menjadi nyata, tidak kadaluarsa.

Global-Youth-Summit-Indosat-Costa Rica

Sumber foto dari sini.

Tulisan diikutsertakan dalam kompetisi menulis #MenjagaApi Penerbit Buku Kompas (PT Kompas Media Nusantara).

2 comments
  1. Mugniar said:

    Waah keren, Hety …. semoga makin banyak negara yang akan dikunjungi ya … dan moga menang lombanya🙂

    Like

  2. nakinaak said:

    dah lama ga jalan2 di blogmu,, ikuuut seneeeng pny temen yg semangat abis kayak kamu Het! ♥
    keep spirit tuk achieve your dreams yaah,,, see you at the top! ^∆^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: