Happy International Volunteer Day

20141207_095130

Posting kali ini tergolong lawas untuk memperingati hari relawan internasional atau hari relawan sedunia alias International Volunteer Day yang jatuh setiap tanggal 5 Desember. Terhitung hari ini, sudah lewat tiga hari.

Tak semua orang bersorak-sorai memperingati hari itu. Bisa jadi, hanya orang-orang komunitas yang sarat dengan kegiatan kerelawanan saja yang antusias. International Volunteer Day bagai hari ulang tahun kedua bagi para relawan, setelah yang pertama pastinya adalah hari ulang tahun sesuai tanggal kelahiran mereka =).

Nyatanya, beberapa orang masih tak paham dengan konsep relawan. Jangankan relawan, volunteer apa lagi? Padahal kedua kata itu pada dasarnya sama, yang membedakan hanyalah bahasa. Volunteer adalah bahasa Inggris dari relawan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia online, relawan adalah sukarelawan. Sudah, itu saja. Deskripsi yang pendek untuk sesuatu yang (sesungguhnya) besar.

Jika relawan adalah sebuah profesi, maka saat duduk di bangku sekolah, seingat saya, saya tak pernah terbesit sekalipun untuk menjawab “relawan” saat ditanya “Apa cita-citamu?” oleh Bapak/Ibu Guru. Kala itu, yang terbayang dengan kata relawan hanyalah tim penanggulangan bencana, tim SAR, dan relawan PMI. Kalau dibandingkan dengan sekarang, tentu jauh sekali.

Relawan di masa sekarang nampaknya lebih ‘catchy.’ Relawan memang identik dengan pengorbanan tapi entah kenapa tidak ada alasan untuk menderita setelah berkorban. Dengan rasa berbagi yang tinggi, seseorang justru tidak merasa kehilangan. Klaimnya, justru semakin kaya dan bahagia. Percaya?

Orang-orang berlomba-lomba untuk membagi apa yang mereka punya. Orang berlomba-lomba untuk meleburkan diri dalam komunitas tertentu.

Paket pengorbanan untuk para relawan tentu ada. Dari tak dibayar, harus rutin datang pertemuan, bahkan sampai merogoh uang sendiri untuk operasional kegiatan.

Dengan demikian, rasanya optimis, melihat dunia lebih baik dengan hadirnya para relawan.

Tetap sehat, relawan!

Catatan:
Saat menulis ini, saya baru sadar, banyak sekali ilmu yang saya dapat dari hasil kegiatan kerelawanan yang dilakukan oleh orang lain. Sekolah bukan satu-satunya tempat menuntut ilmu. Para relawan di lapangan itu juga Bapak/Ibu Guru.

1 comment
  1. ada saljuuuuuuu, baru tahu ada hari relawaan..sungguh relawan itu pahlawan tanpa tanda jasa juga

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: