Sahabat KAI Gathering, Berkumpulnya Para Pecinta dan Pelanggan Setia Kereta

(Nostalgia penulis: Walaupun kalender sudah berganti November, ada yang tak bisa lupa dari Oktober).

* * *

Pergi dibayar bisa jadi mimpi setiap orang. Duduk manis, gratis, tanpa memikirkan akomodasi perjalanan, dan bisa santai ‘kipas-kipas’ sampai di destinasi tujuan. Siapa yang menolak?

Sahabat KAI Gathering - Teman baru (*dokumentasi teman)

Sahabat KAI Gathering – Teman baru (*dokumentasi teman)

Mimpi yang menjadi kenyataan itu milik kami, para pelanggan setia KAI, Oktober kemarin (10-12/10). KAI memberikan kejutan tiga hari dua malam, melewatkan akhir pekan di Semarang (ada 1 malam yang dilewatkan di kereta, dari kota masing-masing menuju stasiun Tawang, Semarang). Acaranya dikemas dengan nama Sahabat KAI Gathering.

Sahabat KAI Gathering diadakan dalam rangka perayaan ulang tahun KAI ke-69. Sebagai bagian dari acara gathering itu, KAI mengajak pelanggan setianya untuk bertatap muka dan berwisata bersama ke beberapa objek wisata di Semarang, seperti Sam Pho Kong, Kampung Banaran, Lawang Sewu, dan Museum Kereta Api Ambawara. Semarang dipilih sebagai destinasi tujuan karena dianggap sebagai bagian dari sejarah peradaban kereta api. Tidak jauh dari Semarang, kita bisa bernostalgia dengan kereta uap di kota Ambarawa.

Sahabat KAI Gathering - Sam Pho Kong, Semarang

Sahabat KAI Gathering – Sam Pho Kong, Semarang

Sahabat KAI Gathering - Kampung Kopi Banaran, Semarang

Sahabat KAI Gathering – Kampung Kopi Banaran, Semarang

Sahabat KAI Gathering - Lawang Sewu, Semarang

Sahabat KAI Gathering – Lawang Sewu, Semarang

Sahabat KAI Gathering - Museum Kereta Ambarawa

Sahabat KAI Gathering – Museum Kereta Ambarawa

Selama perjalanan, pelanggan bisa berinteraksi langsung dengan KAI dan menyampaikan segala aspirasinya kepada perusahaan kereta api negara itu. Isinya macam-macam, boleh keluh kesah, cerita pengalaman berkesan, sampai masukan yang bisa dijadikan perbaikan KAI ke depan.

Pelanggan yang diundang dalam Sahabat KAI Gathering tidak hanya berasal dari wilayah Jabodetabek saja, tetapi juga wilayah lain seperti Bandung, Semarang, Yogyakarta, bahkan Surabaya. Bagi KAI, katanya, kami istimewa sehingga kami sengaja didatangkan dari berbagai kota. Kami adalah pelanggan yang (katanya lagi) perhatian dengan KAI.

Sesama pelanggan pun jadi penasaran. Mengapa kami bisa diundang? Semuanya serba kejutan. Saat saling ‘curhat,’ kami sepakat, kami pecinta kereta. Tapi selebihnya? Akhirnya, rasa penasaran kami terjawab saat gala dinner di Balemong Resto, Ungaran, Semarang.

Jika saya dan sembilan teman adalah pemenang lomba menulis KAI, Untuk Keretaku, maka ada beberapa teman lain yang lebih unik. Di antaranya, orang yang masuk dalam kategori sering menggunakan kereta api atau pelanggan setia KAI. Bayangkan, dalam satu minggu bisa satu sampai dua kali pulang pergi Jakarta – Surabaya atau Jakarta – Purwokerto dengan menggunakan kereta api eksekutif.

Selain itu, ada juga best couple pelanggan KAI. Mereka adalah pasangan suami istri yang sering bepergian bersama menggunakan kereta api sebagai sarana transportasi ke luar kota. Saat dipanggil ke depan panggung dan bercerita, tiga pasangan suami istri itu nampak bahagia berbagi kisah manis perjalanan mereka.

Tidak sampai di situ saja, kategori selanjutnya yaitu pelanggan peduli. Ada seorang pelanggan yang sering mengirimkan testimoninya melalui email setelah melakukan perjalanan dengan kereta api. “Pengalaman baik pada hari itu saya ceritakan, pengalaman buruk dengan kereta api yang saya alami pun saya ceritakan juga,” kata seorang Bapak mantap dan disambut tawa oleh peserta gala dinner yang memenuhi aula. Selain itu, ada juga pelanggan kereta api yang setiap waktu mengirimkan foto-foto kereta api melalui twitter (twit pic) dan me-mention akun KAI. Walupun terlihat iseng dan sederhana, ternyata hal itu dilakukan karena kecintaannya terhadap kereta. Wow!

Saya berdecak kagum mendengar dan menyaksikkan sendiri kesaksiaan teman-teman, sesama pelanggan kereta api. Ternyata, setiap pelanggan punya ceritanya sendiri-sendiri. Dari hal-hal sederhana tapi rutin dan berhasil menunjukkan kecintaan seorang pelanggan pada kereta api. Sebagai pelanggan kereta api rute Jakarta – Yogyakarta, dan rute sebaliknya, saya menilai bahwa di balik perusahaan yang besar, ternyata ada peran pelanggan yang ‘perhatian’. Pelanggan itulah yang nantinya memberikan penilaian terhadap pelayanan yang diberikan perusahaan.

Seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, kereta api terus menuliskan sejarahnya sendiri. Dari kereta uap berbahan bakar kayu sampai kereta yang bisa kita nikmati seperti saat ini. Dari kelas bangsawan yang hanya boleh menikmati jasa kereta pada masa kolonial, sampai sekarang, kereta bisa dinikmati oleh semua kalangan. PT KAI terus berbenah, pelayanan kereta api terus berubah.

Selamat ulang tahun PT KAI.
Kereta api, 69 tahun melayani.
Sampai jumpa di gathering selanjutnya🙂.

Baca juga, cerita seru saya tentang kereta api di sini, Untuk Keretaku.

2 comments
  1. Aku dah lama banget ngak naik kereta api, harga tiket argo ke sby hampir sama dengan tiket pesawat hehehe.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: