Korea Part 1 : Korea Nekat

Suka jalan-jalan? Iya.
Ke mana? Mana aja.
Kapan? Lihat jadwal dulu, ya.

Krik.

Tiga pertanyaan sakral itu milik saya (dan bisa milik kamu juga kalau kamu bernasib sama dengan saya. Ihik, kita sama!). Ya, bagaimana mungkin, status sebagai pekerja yang dilengkapi dengan ‘seperangkat cuti’ tidak mengizinkan untuk ‘berlenggang kangkung’ bepergian sesuka hati menyalurkan hobi jalan-jalan. Kalender 12 bulan dan jatah cuti tahunan menjadi sahabat karib bin ikrib.

Memang tidak bisa dipungkiri, godaan tiket murah sering datang bersliweran dari maskapai-maskapai penerbangan. Apapun namanya, ya, festival tiket murah, ya travel fair, ya promo penerbangan, semuanya… gencar dilakukan di akhir tahun untuk penerbangan tahun depan.

Tergoda? Sangat!

Itulah yang terjadi pada saya. Semua itu berawal dari sini.

TKP: sebuah ruangan di perkantoran kawasan Permata Hijau
Waktu: suatu hari di 2013, di sela-sela istirahat makan siang

Het, jadi ikut nggak?” kata seorang teman tanpa menoleh dari layar PC-nya.
Apaan?” tanya saya balik tanpa menoleh juga dari layar PC saya. Sungguh, ini percakapan yang egois karena sama-sama tidak mau bertatap muka.
Korea, 4 juta pp, sini deh,” jawab teman saya girang.
Wow!” saya pun bangkit dari singgasana (kursi kantor, maksudnya :p) dan mendekati meja kerja teman saya.
Mau??” tanya teman saya. Percayalah, antara menawari dan menggoda itu beda tipis.
Boleh” jawab saya cepat, tanpa babibu, dan .. impulsif.

Click. Booking.

Judulnya, Korea Nekat.

*Bersambung ke episode berikutnya …
(Alias next posting. Sabar, ya, pemirsa!)

Korea Part 1: Korea Nekat - Korea, here we go!

Korea Part 1: Korea Nekat – Korea, here we go!

Catatan:
Paska booking tiket ke Korea (setelah sadar diri, lebih tepatnya), yang harus disiapkan dalam 1 tahun ke depan (kencangkan ikat pinggang, tahan napas, ikat kepala):
1. Seperangkat keberanian (untuk mengajukan cuti, untuk merancang biaya yang dibutuhkan, untuk membela diri bahwa ya, saya ingin liburan, serta untuk mengadakan perjalanan ke negeri orang)
2. Uang (rumus: bekerja giat + hemat + cari side job untuk tambahan)
3. Informasi tentang destinasi yang dituju, baik online maupun offline (dari nanya-nanya orang yang pernah ke sana, baca buku sampai baca blog orang)
4. Siap mental untuk berangkat (packing syndrome, antara barang yang dibawa vs berat bagasi)
5. Hati yang siap diisi kebahagiaan. Yes, free time, baby! Yihaaaa …!

1 comment
  1. Ajak aku dong kak kalo jalan2 #Ngarep … aku masih blm pingin ke korea, maklum bukan penyuka drama korea. Dan rata2 yg ke korea pasti ce yaaaa, kalopun ada co yg ke korea pasti di pertanyakan ke co an nya hahaha atau biasanya nemenin istri

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: