Nabung ‘Iya’, Belanja ‘Iya’, Yuk, Pintar Membuat Perencanaan Keuangan!

Kaum perempuan dan belanja adalah dua hal yang sulit dipisahkan. Terlebih ketika belanja menjadi salah satu kegiatan yang digemari sampai menjadi hobi. Mayoritas kaum perempuan suka berbelanja walaupun dalam kehidupan nyata di sekeliling kita, ada juga sebagian perempuan yang tidak suka belanja dengan alasan yang beragam. Sebut saja nama-nama yang sudah tidak asing di telinga, seperti Rebecca Bloomwood dalam Confession of a Shopaholic, Carrie Bradshaw dalam Sex and The City, dan Miss Jinjing. Beberapa figur perempuan yang hadir, baik sebagai sosok dalam film, buku, atau kehidupan nyata, sangat diidentikkan dengan belanja.

Nabung Iya, Belanja Iya, Yuk, Pintar Membuat Perencanaan Keuangan

Apakah kamu juga perempuan yang suka berbelanja?

Pada dasarnya, dalam kajian ekonomi, belanja merupakan salah satu kegiatan konsumsi yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan. Manusia sebagai makhluk ekonomi (homo economicus) memiliki sikap yang rasional atas pilihan-pilihan yang ada dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya secara efisien.

Secara budaya, Indonesia yang mayoritas penduduknya menganut sistem patrilineal, menempatkan perempuan sebagai sosok pengelola keuangan dalam keluarga (domestik). Perempuan, secara alamiah, dinilai mampu mengatur hal-hal yang berkaitan dengan kerumahtanggaan, termasuk di dalamnya adalah pengaturan uang. Uang yang dikelola perempuan berasal dari laki-laki yang ditempatkan sebagai orang yang mencari uang. Pengelolaan uang yang dilakukan oleh perempuan, nantinya digunakan untuk kegiatan konsumsi kerumahtanggaan.

Seiring perkembangan zaman, peran perempuan dalam kegiatan perekonomian semakin luas. Perempuan dan laki-laki memiliki peran yang sama besar dalam kegiatan perekonomian. Perempuan yang semula hanya terlibat dalam kegiatan konsumsi atau membelanjakan uang di ranah domestik, menjadi terlibat dalam kegiatan ekonomi yang lain, seperti produksi dan distribusi dalam ranah publik. Dengan keterlibatan yang semakin luas, perempuan mampu menghasilkan dan mengelola uangnya sendiri tanpa harus bergantung pada laki-laki.

Di kota-kota besar dengan kehidupan yang serba modern, perempuan tampil sebagai salah satu aktor penting penggerak perekonomian. Perempuan muncul sebagai pengusaha, pebisnis, maupun pekerja di sektor publik dan privat. Dari kemampuannya tersebut, muncullah istilah, perempuan yang mandiri secara ekonomi. Dengan memiliki uangnya sendiri, perempuan mampu untuk melakukan kegiatan konsumsi, misalnya berbelanja.

Di sisi lain, keberdayaan perempuan dalam ranah ekonomi dipandang sebagai sebuah pasar yang potensial oleh para pelaku bisnis. Perempuan dijadikan sebagai sasaran pemasaran produk-produk mereka. Hal ini disebabkan karena selain populasi perempuan yang cukup besar, perempuan juga dianggap memiliki pengaruh yang kuat dalam menentukan selera pasar. Misalnya, perkembangan dunia fashion yang pesat, didukung oleh selera perempuan, sebagai konsumen, yang dinamis.

Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan berbelanja. Jika belanja dilakukan dengan porsi yang wajar dan benar tidak akan menjadi sebuah persoalan. Masalah yang banyak terjadi adalah perempuan yang berbelanja tanpa memperhatikan kemampuannya, sehingga melebihi pendapatannya. Gempuran pasar yang kuat menjadikan perempuan konsumtif dalam berbelanja. Harus diakui, godaan kartu kredit, diskon, serta kemudahan dalam berbelanja selalu menjadi ‘iming-iming’ dari penjual kepada perempuan.

Lalu, apa yang harus dilakukan kaum perempuan?

Yuk, Buat Perencanaan Keuangan
Perencanaan keuangan (financial planning) bukan ‘melulu’ berbicara tentang menghitung jumlah uang yang dimiliki, melainkan bagaimana kaum perempuan, secara sadar diri, mampu mengatur pemasukan dan pengeluarannya sesuai dengan tujuan di masa depan. Perempuan harus menyadari bahwa pendapatan yang diperolehnya tidak harus habis untuk kegiatan konsumsi semata. Perempuan dapat membuat perencanaan keuangan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan di masa depan yang umumnya tidak dapat diperhitungkan.

Apa saja langkah-langkahnya?

Pertama
Perempuan harus memahami kondisi keuangannya dengan jujur. Berapa pendapatan yang diterima setiap bulan, berapa biaya yang harus dikeluarkan setiap bulan, seperti biaya membeli kebutuhan sehari-hari, listrik, transportasi, pulsa, dan biaya lainnya. Semuanya dapat dilakukan dengan melakukan pencatatan secara sistematis. Dengan pencatatan keuangan, perempuan dapat melihat kondisi keuangan yang sebenarnya.

Kedua
Perempuan harus menentukan tujuan saat membuat perencanaan keuangan. Misalnya, ingin melanjutkan studi ke luar negeri, ingin berlibur, atau ingin membeli sepatu impian. Dengan tujuan yang jelas, maka dapat disususn berapa uang yang harus dikumpulkan untuk mencapai tujuan yang direncanakan.

Ketiga
Setelah memahami kondisi keuangan dan menentukan tujuan, perempuan dapat segera membuat perencanaan keuangannya. Contoh yang sederhana, ingin membeli sepatu impian sehingga harus menabung selama sekian waktu. Dengan demikian, sebagai konsekuensinya, akan ada sebagian uang yang harus ditabung atau disisihkan dan tidak semua habis digunakan untuk berbelanja. Pada masa sekarang, dengan dukungan kemajuan teknologi, cara pengaturan uang sudah dibuat sedemikian rupa sehingga lebih mudah dan cepat sesuai dengan kebutuhan. Selain tabungan, ada juga berbagai produk perbankan, seperti deposito, reksadana, dan investasi emas. Semuanya dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan.

Nah, ternyata membuat perencanaan keuangan tidak sesulit yang dibayangkan. Kaum perempuan dapat dengan mudah melakukannya. Dengan perencanaan keuangan yang matang, belanja pun tidak akan dipenuhi rasa bersalah. Kaum perempuan dapat membuat perencanaan keuangannya, sekaligus berbelanja barang kesukaan. Belanja? Siapa takut?🙂

Sumber foto:
Funding daily: go shopping for vintage clothes and Russian furniture, 16 Mei 2012, <http://venturebeat.com/2012/05/16/funding-daily-may-16-2012/>, diakses tanggal 25 Oktober 2014

* Tulisan ini diikutsertakan dalam Sun Anugerah Caraka Kompetisi Menulis Blog 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: