The Inspiring Metromini

” … Melawan keterbatasan,
Walau sedikit kemungkinan,
Tak akan menyerah untuk hadapi,
Hingga sedih tak mau datang lagi
…”

Pernah dengar lirik di atas? Lirik di atas adalah bagian dari lagu Ipang yang berjudul ‘Sahabat Kecil’. Lagu itu adalah salah satu lagu favorit saya. Lagunya ‘adem‘, bikin tenang. Selain itu juga karena faktor suara Ipang yang khas sekali. Kalau tidak percaya buktikan saja. Coba dengarkan!

Tiba-tiba di Metromini 70 tadi, saya teringat dengan lirik lagu itu. Secara spontan, pikiran saya seperti CD player yang memutar lagu ‘Sahabat Kecil’, lengkap dengan irama lagu dan tentu saja suara Ipang! Saya seperti sedang karaoke di pikiran saya walau tak sepatah kata pun keluar dari mulut saya. Batin saya yang menyanyi.

“…Melawan keterbatasan,
Walau sedikit kemungkinan,
Tak akan menyerah untuk hadapi,
Hingga sedih tak mau datang lagi
…”

Kondektur atau kenek dari Metromini yang sedang saya tumpangi adalah seorang yang ‘spesial’. Tubuhnya tidak begitu tinggi. Cara bicaranya pun terbata-bata, tidak jelas. Hanya terdengar seperti “Haaa.. Heee..” saja. Walaupun demikian, dia tampak ‘kokoh’ dan kuat menjalani profesinya sebagai kenek. Gesit sekali meminta uang bayaran kepada setiap penumpang dan cepat berhitung uang kembalian penumpang.

Tek, tek, tek, diketuknya kaca Metromini dengan uang logam dalam genggamannya, memberi kode kepada sopir bahwa ada penumpang yang akan naik ke Metromini. “Haaa.. Heee,” teriaknya lantang. Turun dari pintu depan tanpa menunggu Metromini berhenti dan naik lagi dengan lincah melalui pintu belakang. Si kenek bersemangat sekali.

Saya tertegun.

Masih mau malas?”
Masih suka mengeluh?”
Masih tidak bersyukur?”

Saya hanya diam sementara batin saya sedang ‘menyidang’ diri saya sendiri. Saya malu dengan si Kenek Metromini. Dengan segala keterbatasannya, si Kenek masih bersemangat untuk menjalani kehidupannya. Sedangkan saya? Saya pernah malas, saya pernah mengeluh, saya tidak bersyukur dengan keadaan saya sekarang. Ya, Tuhan!

Tak hanya diantar sampai tujuan, dengan uang tiga ribu rupiah kali ini, si Metromini memberikan saya pelajaran berharga untuk evaluasi diri. Tak harus menunggu tahun baru, kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: