Iseng

Kamis lalu, saat berjalan menuju kantor, saya bertemu dengan rombongan anak laki-laki SMP. Jam masih menunjukkan pukul 07.30 tetapi wajah-wajah mereka sudah penuh keringat kepanasan. Seragam olahraga yang mereka kenakan tampak lembab oleh keringat.

Sedikit ingin bernostalgia menjadi ‘anak sekolah’, saya sengaja tidak mempercepat atau memperlambat langkah. Saya justru menyatu, berjalan di belakang rombongan itu. Tampaknya, mereka akan kembali ke sekolahnya setelah selesai berolahraga di lapangan.

Baru beberapa meter berjalan, ada seorang anak yang keluar dari rombongan. Rupanya, dia berhenti di warung pinggir jalan membeli minuman dingin yang dibungkus dalam kemasan gelas plastik. Dengan lincah, dia kembali lagi ke rombongan sambil meminum minuman yang dibelinya.

Saya yang di belakangnya, bengong saja. Anak itu benar-benar kehausan. Dalam sekali teguk, minuman itu habis menyisakan kemasannya saja. Glek!

Aksi di depan mata saya belum selesai begitu saja, ada kelanjutannya. Bukan bocah namanya kalau tak ada tingkah. Gelas plastik itu diletakkannya di bawah, lalu dengan semangat ’45 diinjaknya gelas plastik itu sampai terdengar suara letupan seperti balon meletus. Haha … Anak itu tertawa puas dengan aksinya sendiri dan meninggalkan gelas plastik yang malang. Saya masih bengong saja di belakangnya. Anak itu pun masih tidak menyadari kehadiran saya di belakangnya.

Ah, bukan saya namanya kalau enggak iseng. Saya percepat langkah untuk menyamai langkah anak itu.

Hei, enggak dibuang di tong sampah, gelas plastiknya?”

Anak SMP yang berperawakan gendut itu hanya nyengir. Mungkin karena malu, sungkan, polos, atau teringat gurunya, dia pun segera berbalik arah, memungut gelas plastik dan membuangnya di tong sampah.

Hihi … Gantian saya yang tertawa puas sepanjang perjalanan menuju kantor. Satu prestasi di pagi hari berhasil mencegah ‘bocah’ membuang sampah sembarangan.

Kalau kamu, apa aksi isengmu? ;D

4 comments
  1. belum coba ni yang beginian..sering sih nemuin bocah-bocah nakal kayak si gendut itu. Lain kali saya akan langsung cobain dear. haha

    Like

    • Hety A. Nurcahyarini said:

      hihi.. iya tuh, untungnya si anak juga langsung sadar n mungut sampahnya ;DD

      Like

  2. biasanya kalo negur “si gendut” lainnya jawabannya pasti, “iya bentar” tapi bentar yg lama, hehe

    Like

  3. wiwien said:

    kalau aku semangat banget jadi “polisi rokok” tiap ada yang ngerokok di tempat yang dilarang (biasanya stasiun), saya kipas2 hidung di depannya, lalu batuk2 yang semakin keras. biasanya berhasil😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: