Bersepeda di Ragunan Itu Seru

Serius, weekend ini mau ke Ragunan? Udah pernah ke Jatim Park, Het?”
Udah
Ya, udah, forget Ragunan. Yang penting udah pernah ke Jatim Park. Nggak nyesel kok!”

Ya, betapa herannya teman kantor saya, saat saya bercerita ingin ke Ragunan saat hari libur 17 Agustus kemarin. Katanya, tak ada yang menarik di Ragunan selain sampah akibat pengunjung yang tidak bertanggung jawab. Bahkan, dia mengibaratkan secara ekstreem, kalau sudah pernah berkunjung ke Jatim Park, sudah tidak perlu lagi berkunjung ke Ragunan. Ada apa sih dengan Ragunan? Saya makin penasaran.

Lain juga dengan ini …

Udah pernah ke Ragunan, Het?”
Belum e
Walah, kemana aja. Udah di Jakarta, kok belum pernah ke Ragunan

Tidak terima juga saya dikatakan begitu. Seolah belum bisa dikatakan sah sebagai The Jakartans (warga Jakarta) kalau belum pernah ‘mampir’ ke Ragunan. Yang saya tahu, Ragunan itu kebun binatang. Sama dengan kebun binatang-kebun binatang lainnya, seperti kebun binatang Surabaya atau kebun binatang Gembira Loka di Yogyakarta. Lagi-lagi, ada apa sih dengan Ragunan? Saya makin penasaran.

Jangan salahkan rasa penasaran saya, ya! Rasa penasaran ini makin tumbuh subur karena dipupuk. Ya, dipupuk dengan pendapat orang-orang tentang Ragunan.

Akhirnya, Sabtu kemarin, saya pergi ke Ragunan bersama teman saya, Medha. Kalau Medha ingin mencari inspirasi untuk menulis rubrik Zoologi di majalah, saya justru ingin membuktikan rasa penasaran saya tentang Ragunan. Selain itu, sejak awal kami berdua sudah berencana di Ragunan, untuk menyewa sepeda sambil berkeliling kebun binatang. Nah, di sinilah istimewanya liburan kali ini, bersepeda di kebun binatang!😀

Pukul 08.30, kami sampai di halte busway Permata Hijau. Semula, kami berencana untuk naik busway ke Ragunan tetapi ternyata rute ke Ragunan ditiadakan karena berkaitan dengan hari libur 17 Agustus. Kami pun segera mengganti rencana dengan naik busway menuju halte Lebak Bulus. Dari Lebak Bulus, kami naik angkot berwarna merah tujuan Lebak Bulus-Ragunan.

Dengan biaya Rp 6.000,00 saja, angkot merah berhasil membawa kami sampai di depan pintu barat Kebun Binatang Ragunan. Jam menunjukkan pukul 10.00 WIB, lumayan cepat, ya? Perjalanan kami dari Permata Hijau ke Kebun Binatang Ragunan hanya memakan waktu 1,5 jam.

Saat itu, Ragunan sudah ramai pengunjung. Tampak beberapa antrian di loket tiket masuk kebun binatang. Rata-rata pengunjungnya adalah keluarga yang membawa anak-anak balita dan rombongan anak sekolah. Harga satu tiket untuk dewasa adalah Rp 4.500,00. Sedangkan, untuk anak-anak adalah Rp 3.500,00. Harga tiket itu sudah termasuk biaya asuransi Rp 500,00.

IMG_8110

IMG_8108

Setelah masuk, saya dan Medha langsung menuju ke tempat penyewaan sepeda yang letaknya tidak jauh dari pintu gerbang barat kebun binatang. Sepeda yang disewakan ada dua jenis, sepeda individu dan sepeda gandeng. Agar lebih leluasa mengeksplorasi kebun binatang (ciee.. ), kami memutuskan untuk menyewa sepeda individu. Harga sewa sepeda dihitung perjam. Satu jam dikenakan tarif Rp 10.000,00. Keterlambatan pengembalian sepeda dihitung perlima belas menit, yaitu Rp 2.500,00. Selain membayar uang sewa di muka, petugas juga akan meminta kartu tanda pengenal sebagai jaminan peminjaman. Setelah transaksi selesai, sepeda sudah sah dipinjamkan. Ayo, gowes!

IMG_8121

IMG_8119

Bersepeda di kebun binatang adalah hal menarik yang sebelumnya belum pernah saya lakukan. Jadi, terbayang kan, betapa antusiasnya saya kemarin hari Sabtu bersepeda bersama Medha berkeliling kebun binatang Ragunan dari kandang hewan satu ke kandang hewan lainnya. Ternyata, kebun binatang Ragunan cukup luas. Selain sepeda, ada juga kereta-keretaan dan delman yang siap membawa pengunjung berkeliling kalau lelah berjalan. Menarik, bukan?

the animals

hety medha bicycle

IMG_8123

Menjelang siang, pengunjung Ragunan semakin padat. Kami yang bersepeda harus hati-hati saat memilih jalan. Maklum, di kawasan kebun binatang belum tersedia jalar khusus sepeda. Jadi, semuanya bercampur menjadi satu di satu jalan. Seperti kemarin, pukul 10.00 WIB, pengunjung belum begitu ramai. Saya dan Medha cukup bebas bersepeda, tetapi jelang siang pukul 12.00 WIB, kawasan kebun binatang cukup padat pengunjung. Sehingga, kami harus lebih berhati-hati karena mayoritas pengunjung berjalan kaki.

hety sit down

???????????????????????????????

So, berminat bersepeda juga keliling Ragunan? ;D

8 comments
  1. Hety A. Nurcahyarini said:

    Haha, ayo mas cum, bertamasya ke Ragunan.
    Cari waktu yang nggak ramai pengunjung mas, biar mantep sepedaannya hehe.. =D

    Like

    • Hety A. Nurcahyarini said:

      hi Adhy,
      thanks udah mampir.
      salam😀

      Liked by 1 person

  2. nice info🙂

    bagi para goweser yuk kunjungi website elementmtb.com buat yang ingin tahu tentang jenis-jenis dan tipe-tipe sepeda element..

    dan jangan lupa untuk like page FB “Element MTB” yah..trimakasih ^^ salam gowes untuk semuanya😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: