Takita, Kenalkan Ini Inul

Minggu yang cerah, Mei 2013

Untuk Takita,
72764_478338182231894_1636421826_n Halo Takita yang selalu ceria? Apa kabar? Semoga Takita dalam keadaan baik, ya. Ini surat pertama Bu Guru. Ya, panggil saja saya Bu Guru. Bu Guru senang sekali dengan cerita Takita. Pasti hari-hari Takita selalu berwarna ya, bisa bermain dan belajar bersama mama dan papa.

Membaca surat Takita, Bu Guru jadi ingat murid-murid Bu Guru di Bawean. Takita tahu Bawean di mana? Bawean termasuk Indonesia juga, lho! Coba Takita cari di peta. Nanti kalau Takita bisa menemukan di mana Bawean berada, hadiahnya Bu Guru kenalkan dengan murid-murid Bu guru di Bawean, deh! Seru, kan?

Sudah ketemu belum?

Nah, Bawean adalah sebuah Pulau yang terletak di antara Pulau Kalimantan dan Pulau Jawa, tepat berada di Laut Jawa. Secara administratif, Pulau Bawean termasuk dalam wilayah kabupaten Gresik, propinsi Jawa Timur. Pulaunya kecil karena hanya terdiri dari 2 kecamatan. Di peta Indonesia, Pulau Bawean hanya seperti titik kecil. Untuk mengelilingi pulaunya saja hanya diperlukan waktu 3 jam.

Bu Guru mengajar di sebuah dusun di atas gunung. Jangan heran ya, walaupun hanya pulau kecil, Bawean terdiri dari gunung-gunung dan bukit-bukit yang mengelilingi hamparan sawah yang indah. Di daerah Bu Guru tidak ada sinyal. Maka, hanya buku-buku yang bisa menjadi hiburan.

Kalau Takita suka membaca, sama dong dengan Bu Guru. Bu Guru juga mempunyai murid-murid yang senang membaca. Bagi Bu Guru, membaca itu seperti menjemput ilmu pengetahuan. Hanya duduk manis saja, ilmu-ilmu itu akan datang kepada kita. Karena melihat murid-murid Bu Guru makin hari makin senang membaca, akhirnya Bu Guru membuat perpustakaan kecil yang Bu Guru beri nama ‘Taman Pintar’.

Taman Pintar

Bu Guru mempunyai pengunjung setia Taman Pintar. Ainul Yakin, namanya. Oleh teman-temannya, dia dipanggil Inul tetapi bukan penyanyi dangdut lho, hehe.. Dia adalah murid Bu Guru yang paling senang membaca. Segala macam buku di Taman Pintar dibacanya. Sampai suatu ketika, Bu Guru bingung dan bertanya kepadanya, “Buku apa yang belum pernah kamu baca, Inul?”.

Jadi ingat. Perjumpaan Bu Guru dengan Inul sangat lucu. Maklum, dulu saat Bu Guru masih baru, anak-anak masih malu-malu untuk menyapa Bu Guru. Akhirnya, Bu Guru hanya duduk dan melihat anak-anak bermain voli di halaman sekolah. Bu Guru terkejut karena Bu Guru kira semua anak laki-laki kelas enam bermain voli, ternyata tidak. Ada seorang anak yang duduk di pagar sekolah sambil membaca buku dan sesekali memberi semangat teman-temannya yang bermain voli. Dialah Inul!

(Sttt.. diam-diam Bu Guru ambil fotonya, lho!)

mending baca buku daripada main

Bu Guru semakin bertambah penasaran. Kira-kira buku apa ya yang dibaca Inul? Ibu kaget karena selama beberapa kali Bu Guru melihat Inul membaca buku pelajaran/buku teks Bahasa Indonesia. Ooh, rupanya Inul mencari cerita di dalam buku pelajaran itu. Di buku pelajaran Bahasa Indonesia memang banyak cerita dan dongeng-dongeng. Inul meminjam buku pelajaran dari ruang guru.

Maklum ya Takita, di Pulau Bawean, buku anak-anak, seperti buku cerita atau buku mewarnai termasuk barang mewah. Sulit untuk didapatkan di pulau seperti ini. Tidak seperti di kota-kota besar lainnya, seperti Jakarta.

Makin hari, Bu Guru ingin mengenal Inul lebih dalam. Bu Guru melihat Inul anak yang cerdas. Bu Guru ingin bertemu dan menyampaikannya kepada keluarga Inul. Saat berkunjung ke rumah Inul, Bu Guru hanya bertemu dengan kakak, bibi, dan neneknya. Rupanya ibu Inul bekerja di Malaysia sebagai TKW dan ayah Inul sudah meninggal.

Inul tidak pernah bercerita tentang keluarganya kepada Bu Guru. Sampai suatu saat, ketika Bu Guru meminta murid-murid untuk menuliskan cerita tentang keluarganya, Inul bercerita bahwa ayahnya meninggal saat bekerja di Malaysia. Dalam ceritanya, Inul sedih sekali karena tidak sempat bertemu dengan ayahnya untuk terakhir kalinya.

Sebagai ibu guru yang membimbingnya di kelas enam, Bu Guru berusaha membantu Inul agar tidak larut dalam kesedihan. Inul sering merindukan kedua orang tuanya. Jujur ya Takita, Bu Guru bingung. Kakak Inul bekerja sebagai pelayan toko di kecamatan, jauh dari dusun di gunung. Bibi dan neneknya bertani dan mencari rumput untuk ternak. Lalu, kepada siapa Inul akan menumpahkan semuanya? Coba bayangkan, Takita juga pasti merindukan mama dan papa jika tidak bertemu dalam waktu yang lama, bukan?

Keluarga tidak selalu harus ditandai dengan hubungan darah, guru-guru tentu juga merupakan keluarga di sekolah karena mereka juga yang membimbing kita. Maka, Bu Guru tidak putus asa untuk meyakinkan Inul agar terus rajin belajar dan bisa membanggakan kedua orang tuanya. Jika ada buku-buku baru, kiriman dari teman-teman Bu Guru, Bu Guru ajak Inul untuk membaca. Ya, buku adalah sahabat setia Inul.

Alhamdulillah, usaha Bu Guru tidak sia-sia. Mulanya, Bu Guru mendaftarkan Inul untuk mengikuti Olimpiade Sains Kuark di Surabaya. Ternyata, Inul lolos sampai babak semifinal. Dua kali Inul berangkat berlayar ke Surabaya. Inul senang sekali karena untuk pertama kali dalam hidupnya, ia berlayar naik kapal meninggalkan Pulau Bawean menuju Surabaya. Bahkan, saat babak semifinal, Inul diminta tampil di panggung, membawakan pencak silat khas Bawean!

OSK

Inul tampil pencak

Sayangnya, satu tahun itu terasa cepat sekali, Takita. Pada bulan Juni, masa tugas Bu Guru berakhir. Keenam belas murid-murid Bu Guru di kelas enam lulus tapi tidak semua yang melanjutkan ke jenjang SMP karena keterbatasan biaya, termasuk Inul. Oleh keluarganya, Inul dikirim ke pondok untuk mengaji.

Ah, Takita, Bu Guru rindu sekali dengan murid-murid. Bu Guru ingin kembali ke Pulau Bawean untuk bertemu mereka. Boleh kok, kapan-kapan, nanti Bu Guru kenalkan dengan Takita.

Sekian dulu, ya, surat dari Bu Guru. Semoga Takita senang membaca surat Bu Guru.

Salam manis,

Bu Guru

**

“Posting ini diikutkan Program Keluargaku Pendidikanku oleh Takita dan BlogFam”

1 comment
  1. Rusa said:

    Bu Guru Hety asik banget ceritanya. Rusa jadi terharu sama Bu Guru Hety yang selalu ingat dengan Bawean…

    Makasih Bu Guru..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: