Pindah

Ceritanya, saya pindah kosan. Pas banget sama moment pergantian tahun kemarin. Sumpah, bener-bener enggak disengaja. Kebetulan aja saat bayarannya abis, ada kosan yang lebih deket sama kantor lagi ‘available‘. Jadi match, kan?

Pindah itu mengosongkan lemari

Pindah itu mengosongkan lemari

Harapan > Barang yang Harus Diangkut Pindah
Nggak bohong saat packing, sejuta harapan baru itu muncul. Jumlahnya nggak bisa saya hitung, tapi yang jelas bisa lebih banyak dan lebih berat dari barang-barang yang harus saya angkut pindah.

Gimana ya, di sana nanti? Kamar baru, kamar baru, teman-teman baru, suasana baru, kebiasaan baru, makanan baru, warung-warung baru, abang-abang penjual baru, … Semua rasa penasaran itu berujung pada kehidupan baru, yea?

Perubahan
Lucunya, saya baru menuliskannya di blog sekarang. Satu bulan, tujuh belas hari sejak hari kepindahan. Ya, kehidupan saya berubah sejak pindah kosan. Lingkungan baru, suasana baru. Tapi sesungguhnya, saya bukan penganut paham ‘penunggu perubahan’. Berubah enggak harus menunggu tahun baru. Berubah enggak harus nunggu moment. Lakukan saat semuanya sudah terasa membosankan dan tak ada keuntungan sama sekali dengan mempertahankan sesuatu yang lama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: