Ada Apa Dengan Newmont (AADN)

*Kalau Rangga dan Cinta punya kisah Ada Apa Dengan Cinta (AADC), maka saya dan teman-teman Sustainable Mining Bootcamp batch 2 punya cerita Ada Apa Dengan Newmont (AADN)*

Salah Kaprah
Silakan ketik ‘tambang’ di search engines kalian. Jangan kaget, jika dalam sekejap, kalian akan bertemu dengan berita-berita negatif tentang tambang. Telusuri saja berita-berita itu satu-persatu, mungkin tidak semua, tapi sebagian besar mengarah pada pemberitaan negatif tentang tambang. Mengapa bisa begitu ya? Cukup kontras memang jika kita bandingnya dengan sejuta manfaat setelah ditemukannya tambang di suatu daerah. Tidak sampai di situ saja, lihat saja negara-negara di dunia ini yang bisa maju karena tambangnya maju. Sehingga ini bisa kita ibaratkan seperti perumpamaan sederhana, “Makan memang bagus untuk tubuh, tapi jika terlalu banyak makan, maka akan sakit perut.” Lalu, bagaimana dengan tambang? Sesuatu yang sebenarnya menguntungkan, tidak selamanya menguntungkan jika salah dalam pemanfaatan. Dismanagement-kah? Sepertinya ada yang salah kaprah dengan dunia pertambangan.

PT. Newmont Nusa Tenggara
Berkenalan dengan PT. Newmont Nusa Tenggara tidaklah sulit. Siapa coba yang tidak kenal dengan salah satu perusahan tambang besar di Indonesia ini? Masukkan saja ‘Newmont’ di kotak search engine kalian dan ‘klik’. Maka, akan muncul sekian link yang membuat kalian serasa sahabat lama Newmont, akrab dan dekat. PT. NNT mulai melakukan eksplorasi mineral berharga dalam tambang setelah ditandatangani kontrak karya antara pemerintah Republik Indonesia dengan PT. NNT pada 2 Desember 1986. Setelah empat tahun melakukan eksplorasi, PT. NNT menemukan tembaga porfiri di suatu hutan yang kemudian dikenal dengan nama Batu Hijau. Sejak saat itu, PT. NNT melakukan sejumlah persiapan untuk menuju penambangan komersial. Batu Hijau, yang semula termasuk dalam wilayah kabupaten Sumbawa, sejak tahun 2003, kemudian berubah menjadi wilayah Kabupaten Sumbawa Barat.
Newmont

mining

car

Sustainable Mining Bootcamp
Ada program menarik yang ditawarkan oleh PT. NNT kepada masyarakat umum. Masyarakat yang tidak bersentuhan dengan dunia tambang sekalipun. Selama beberapa hari, mereka diajak untuk mengenal lebih dekat PT. NTT. Tujuannya, agar mereka dapat memahami dan mengerti tentang kegiatan penambangan dan non-penambangan yang dilakukan oleh PT. NTT. Siapa coba yang tidak tertarik? Kalian tertarik? Saya pun tertarik.

Program yang diinisiasi oleh PT. NNT itu dinamakan Sustainable Mining Bootcamp. Untuk tahun ini, Newmont Sustainble Mining Bootcamp sudah memasuki batch ke-2. Pada 4 November 2012, ketujuh belas orang dari berbagai latar belakang yang berbeda berangkat dari Jakarta ke Batu Hijau untuk mengikuti program Sustainable Mining Bootcamp.
SMB

Selama delapan hari, kami semua diberi kesempatan untuk masuk ke dunia PT. NNT, meliputi Mining experiences, Social Experiences, dan Nature Experiences. Dalam Mining Experiences, kami diajak untuk memahami mining process, dari mengenal kendaraan tambang sampai ke pit. Dalam Social Experiences, kami diajak untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan social kemasyarakatan yang telah dilakukan oleh PT. NNT kepada masyarakat batu hijau. Social Experiences ini terbungkus apik dalam CSR PT. NNT. Sedangkan untuk Nature Experiences, kita diberi kesempatan untuk berkunjung ke lahan agrikultur PT. NTT dan yang tidak kalah menarik adalah pantai-pantai sebagai objek pariswisata dan tempat pelestarian penyu.

Lesson Learn
Walaupun hanya delapan hari di Batu Hijau, saya dapat merasakan betapa PT.NTT memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat di sekitarnya, terutama di bidang lapangan kerja. Bekerja di PT. NTT rupanya merupakan ‘dream job’ setiap orang. Tentu ini mejadi catatatan tersendiri yang menarik untuk dikaji.

PT. NTT sendiri mengaku sudah memberikan kesempatan kepada masyarakat setempat untuk dapat bekerja di PT. NTT. Tetapi, jumlah orang yang melamar dari waktu ke waktu selalu bertambah dan sebaliknya, jumlah posisi yang ditawarkan tidak sebanding dengan jumlah orang yang melamar untuk bekerja di lingkungan PT. NTT. Jika dari waktu ke waktu ketergantungan terhadap PT. NTT di bidangan lapangan pekerjaan dibiarkan, maka akan berakibat fatal saat PT. NTT tidak kembali beroperasi. Nah, ini merupakan Pekerjaan Rumah (PR) bagi tim community development untuk dapat membuat suatu program dimana masyarakat dapat sustain dan secara mandiri dan dapat mengembangkannya menjadi suatu lapangan pekerjaan.

Hal yang sama juga terjadi pada aloe vera plantation. PT. NTT memberikan pembinaan UKM mengenai aloe vera (lidah buaya) dari perkebunan sampai menjadi produk konsumsi (minuman). Sekilas hal itu sangat bagus untuk membantu membekali masyarakat di bidang pertanian sekaligus kewirausahaan. Walaupun demikian, yang menjadi tantangan berikutnya adalah apakah orang-orang yang membantu mengembangkan industri aloe vera tersebut (community development) turut serta membantu dalam proses pemasaran dan penjualan produk? Karena jika terus berproduksi tanpa diimbangi pemasaran produk maka produk akan menumpuk dan tidak akan menjadikan peluang bisnis apa-apa. Masyarakat yang sesungguhnya menjadi target/aktor usaha pun tidak akan tertarik. Cita-cita community development untuk merangsang kemandirian masyarakat pun tidak akan tercapai.
aloe vera

Sekilas Catatan Perjalanan
Program Pengembangan Masyarakat yang diinisiasi oleh PT. NTT, termasuk di dalam ranah Corporate Social Responsibility (CSR), memiliki tagline “Setiap Upaya Bermakna”. Tagline itu cukup jelas menggambarkan bahwa setiap kegiatan sosial kemasyarakatan yang dilakukan oleh PT. NTT dapat bermanfaat untuk seluruh masyarakat.

Prinsip-prinsip yang terkandung dalam Program Pengembangan Masyarakat, antara lain:
1. Tidak membuat program berdasarkan kacamata perusahaan, melainkan dari kebutuhan masyarakat
2. Tidak membuat program berdasarkan asumsi
3. Ingat prinsip=prinsip pemberdayaan
4. Tidak ada seorang ‘Santa Clause’

Tipikal bantuan yang diberikan, mencakup:
1. Bantuan karitatif (‘take and give’)
2. Memberikan ‘kail’ (pemberdayaan awal)
3. Mengajari membuat kail (pemberdayaan advance)
4. Ranah kebijakan (advokasi)

Sasaran Program Pengembangan Masyarakat – CSR PT. NTT, meliputi:
1. Masyarakat yang membutuhkan
2. ‘Tetangga’ perusahaan (masyarakat di sekitar tambang)

Resistensi mengenai dunia pertambangan biasanya muncul karena:
1. ketidaktahuan tentang dunia tambang yang ‘dimanfaatkan’ oleh oknum
2. pihak-pihak tertentu yang merasa tidak mendapatkan manfaat

2 comments
  1. maseka said:

    hahay…
    pasti akan sangat merindukan seluk beluk hingar bingat PTNNT.
    saya pun demikian..
    pernah mangkal disana 3 bulan.
    saya di main maintenance untuk belajar bebrapa aktifitas didalamnya.
    mbak, sampai jumpa di Newmont
    mari berusaha…

    Like

  2. Hety A. Nurcahyarini said:

    Hai..
    iya thanks udah mampir ke blogku.
    Terus sekarang kamu di mana? masih di sana?

    salam kenal:D

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: