Senandung Berkemas

Rasanya de javu. Pakaian-pakaian yang baru Juli lalu kembali ke habitatnya di almari, kini harus segera berkemas lagi. Carier yang baru genap 2 bulan menginap di gudang, kini harus menelan kenyang semua pakaian yang hendak menemani hari-hari saya di ibu kota. Sejak Senin lalu, kamar saya lebih parah dari kapal pecah. Pakaian, buku, kertas, semuanya berserakan. Malu juga sebenarnya rasanya dengan mama-papa yang selalu menengok kamar saya. Mereka seakan menyindir, mungkin. Apa boleh buat, saya seolah tidak bisa menjanjikan apa-apa. Toh, yakin 100% semua ini baru bisa ‘beres-rapi’ seiring kepergian saya.

Tulisan ini galau? Ya, sedikit.

Ini bukan kepergian perdana, tapi rasa-rasanya seperti ini yang pertama. Pas kan seperti kata orang-orang, yang pertama itu selalu menjanjikan sensasi yang berbeda. Deg-deganlah, takutlah, bingunglah, serba tak menentu.

Hari-hari menjelang kepergian saya diwarnai dengan ajang seleksi baju mana yang akan saya bawa. Maklum, saya seperti makhluk tidak praktis sedunia. Ditawari pergi lama, seisi kamar seakan ingin saya bawa.

So, hello, my name is hety and im ready to the next journey! \m/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: