Packing dan Saya

‘Packing’. Menurut saya, kosa kata bahasa Inggris ini bisa lebih akrab di telinga karena orang-orang semakin sering melakukan perpindahan dari satu tempat ke tempat lainnya. Yah, mobilitas.

Tentu juga bukan bermaksud untuk sok ‘keminggris’, kemudian orang-orang itu lebih ramai menggunakan kata ‘packing’ daripada ‘mengepak’ atau ‘menata’. Hmm, sebut saja misal, ‘menata baju’. Orang lebih cenderung berkata ‘packing baju’. Atau, ada lagi ‘manata barang’, ‘packing barang’.

Jangan tanya saya mengapa orang-orang lebih suka kata ‘packing’ daripada ‘menata’. Lebih suka bahasa asing daripada bahasa Indonesia. Jangan kaitkan dengan nasionalisme, apalagi cinta tanah air. Saya tidak akan membahasnya di sini.

Bagi saya yang termasuk golongan manusia ribet, packing menjadi ritual yang sakral, memusingkan, dan saya butuh waktu extra. Contohnya, saat tahu saya diterima sebagai Pengajar Muda Indonesia Mengajar, rasa-rasanya seluruh isi kamar ingin saya bawa. Minus kasur dan meja belajar lho! Maklum, itu adalah moment kepergian perdana yang terlama. Bayangkan satu tahun! Di situlah, selain koper, saya mulai berkenalan dengan ‘carier’ (the mother of backpack :p).

Ribetnya saya dengan packing, membawa saya kepada suatu rasa yang saya sebut sebagai ‘last minutes packing’. Last minutes packing ini sensasinya luar biasa. Waktu mengemas barang yang terbatas beradu dengan hasrat ingin membawa semua barang. Hasilnya?? Hahaha. Abstrak! Kalau golongan manusia ribet seperti saya tidak bisa mengendalikan rasa itu, bisa-bisa malah frustasi.

So, kadang saya menyerah dengan rasa itu. Saya memilih untuk menikmatinya. Dan beginilah rumus last minutes packing yang selalu melekat seumur hidup saya:
Buru-buru + (nata baju + perasaan) + maksa-maksa masukkin semua barang = tas yang enggak muat

Lihat saja, tak cukup satu tas, selalu saja ada tas kecil (tas tambahan) yang harus saya tenteng. Tampak tidak praktis sekali ya?? Ah, tapi sungguh, saya menikmatinya. Mungkin, ini tanda saya harus mencari pasangan yang tidak hanya mampu mempacking hidup saya bersamanya, tetapi juga mampu menjadi guru saya packing barang-barang hehe.. Ah, hety!! :$ *blushing*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: