Pengalaman

Pengalaman menjadi pembina upacara. Saya adalah satu-satunya guru perempuan di sana.

Pengalaman itu apa sih sebenarnya? Keadaan atau kondisi di mana kita pernah mengalami sesuatu? Atau sesuatu di mana kita pernah terlibat di dalamnya?

Setiap manusia pasti mempunyai pengalamannya masing-masing. Toh, manusia telah hidup sekian tahun, mengalami berbagai peristiwa ini dan itu. Coba bayangkan berapa banyak pengalaman itu? Banyak kan?

Kadang saking banyaknya, manusia justru mengaku mempunyai sedikit pengalaman? Mengapa bisa demikian?

Karena ternyata pengalaman itu tidak kita koleksi untuk menjadi memori yang terstruktur. Kita lebih sering melupakannya sampai-sampai kita merasa tidak mempunyai pengalaman.

Then, how to collect them? Wake up, guys! Kalian kan enggak hidup di zaman batu? Flintstone aja yang hidup di zaman batu masih ada ide buat nulis di batu. Zaman kerajaan Hindu-Budha, para punggawa masih sempat mengukirnya sebagai relief candi. Jangan mau kalah dong! Zaman sekarang, banyak sekali social media di dunia maya yang bisa kita gunakan sebagai sarana untuk mengumpulkan pengalaman. Blog, misalnya.

So, start from now, lets collect our experiences!
For good times or bad times, they are still our experiences đŸ™‚

*Inspired by Anies Baswesdan*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: