Mental Suap

Suatu hari, saya, hety kecil, ikut papa dan mama ke pasar. Saking senangnya (mungkin), kaki saya, ‘nyoooos’, menyenggol knalpot motor yang kami kendarai. Langsung tangis saya pecah seketika, beradu dengan riuhnya suasana pasar, “Huwaaaaaaaa...” .

Kemudian, yang saya ingat lagi, papa langsung berusaha menenangkan saya dengan berbagai cara. Yah, namanya naluri kebapakan. Digendongnya saya dan diajak berkelilng pasar. Dibujuk dan dirayunya agar saya diam. Coba tebak, apa yang akhirnya membuat saya berhenti menangis seketika?? Papa membelikan saya bola karet warna-warni di pedagang mainan. Kalau dipikir-pikir lagi, saya juga heran mengapa kala itu saya langsung diam. Masak sih panasnya knalpot kalah dengan bola karet warna-warni?? Kenapa saya jadi balik bertanya ya? Bukannya yang kena knalpot saya ya? Sampai sekarang, saya masih suka tertawa sendiri ketika melihat bekas luka knalpot di betis saya.

1 comment
  1. Kiki said:

    Mbak Hety, just found your blog.
    Very inspiring and menghibur🙂

    Keep writing yaaah ^^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: