Siraman Hati

15 September 2011

Pagi ini, begitu tiba di kelas, byuuuur… , hati saya basah. Ya, basah. Basah karena tersiram perbuatan baik salah satu ‘malaikat kecil’ saya di kelas.

Ketika saya sedang duduk di meja guru, Jaliyah, murid saya, tiba-tiba datang membawa seember air dan menyiram lubang yang menganga lantai. Byuuuur….  Tanah di lantai yang semula kering menjadi basah.

Saya takjub melihat perbuatannya. Sungguh, saya tidak menyangka. Hari-hari sebelumnya saya hanya berkata kepada 17 malaikat kecil saya di kelas, “Ayo, yang piket. Tolong ya, lubang ini disiram agar tidak berdebu dan kita dapat belajar di kelas dengan nyaman.”

Oh ya, sebagai informasi, ruang kelas saya memang dihiasi lubang yang menganga dengan indahnya di lantai. Gara-gara lubang itu, setiap hari, debu tidak pernah absen saat kegiatan belajar mengajar di kelas.

Pagi itu, byurrrr… . Tidak hanya tanah yang basah karena tersiram air, hati saya pun ikut basah melihat perbuatan Jaliyah. Guru mana yang tidak bangga dan terharu melihat muridnya mematuhi nasihat yang diberikan kepadanya. Walaupun kecil dan tampak sepele, bagi saya perbuatan Jali sangat bermakna.

“Terima kasih, Jali!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: