Jadi Laki-laki Itu …

(Tribute to man, not just a boy who thinks he can)

Beberapa bulan yang lalu, ada kejadian yang mengusik hati saya (sebenarnya ini sudah beberapa waktu yang lalu, ini hanya tulisan lama). Tiba-tiba saja, sejak kejadian ini, saya selalu teringat tingkah laku beberapa teman laki-laki saya. Dan gara-gara kejadian ini, saya beri dua jempol plus lambaian bendera untuk para laki-laki, teman-teman saya, atas tindakannya tidak menelantarkan kami, para perempuan, di jalanan. Saya salut.

Semula, ceritanya begini.

Beberapa waktu yang lalu, saya janjian dengan teman perempuan saya untuk berangkat bersama dalam suatu acara. Karena setelah acara itu, dia berencana pergi ke suatu tempat, akhirnya kami memutuskan untuk tetap membawa motor kami masing-masing dan tidak berboncengan.

Sebelum saya men-‘starter’ motor saya, dia berulang kali mengatakan bahwa saya tidak boleh naik motor cepat-cepat, saya harus selalu menengok ke kedua spion motor, saya harus menunggu jika teman saya itu belum kelihatan batang hidungnya di jalanan, dan sederet kalimat-kalimat ‘peringatan keras’ lainnya yang semakin menandakan bahwa dia tidak memahami jalanan di kota Jogja ini a.k.a. (as known as) buta jalanan, at all (kecuali jalan dari kos sampai kampus, mungkin hanya itu saja yang dia hapal).

Jalan pertama, oke, kami lewati dengan sukses tanpa terpisah.

Jalan kedua, dia berada beberapa meter di belakang saya (hasil penglihatan spion).

Jalan ketiga, heh? Ke mana gerangan?? Saya memastikan dengan memperlambat laju motor dan melihat ke arah spion. Olala! Kosong! TT”.

Walau tidak panik, jujur, saya deg-degan juga. Mati saya! Anak orang, anak perantauan, saya hilangkan.

Saya berhenti di pinggir jalan yang sekiranya aman untuk menunggu. Saya lihat handphone dan rupanya dia sudah me-sms-saya. Saya telpon dan bla, bla, bla, saya putar balik lagi dari jalan tempat saya berada sekarang dan menyusul teman saya yang berada beberapa kilometer di belakang saya. Fiuh, perjalanan yang semula bisa hanya 15 menit dengan hati tenang, menjadi 30 menit dengan penuh perjuangan dan makan ati.

Selama perjalanan, saya tiba-tiba teringat dengan beberapa teman laki-laki saya. Hmm, tidak perlu saya sebutkan ya karena saya yakin malaikat kebaikan telah mencatat amalan mereka ketika mereka dengan sukarela mengawal para perempuan melewati jalanan.

Haha. Saya bersyukur beberapa teman laki-laki saya adalah laki-laki yang tahu bagaimana memperlakukan perempuan. Misalnya, ketika kami semua melakukan perjalanan ke suatu tempat. Secara otomatis mereka akan berada di belakang untuk mengawal kami, para perempuan, atau mereka berada di depan untuk menunjukkan arah jalan kepada kami. Pernah suatu ketika, kami terpisah dari rombongan. Dan teman laki-laki saya itu dengan sukarela putar balik arah dan menjemput saya dan teman-teman yang tersesat di jalanan. Oh, wow! Haha.

Sebagai penutup tulisan ini, ada sebuah quote unik yang disampaikan oleh dosen perempuan saya di kampus dan saya kira ada benarnya juga, bunyinya begini “…man is called a man, because a good man has a good manner…”🙂

2 comments
  1. Halo Hety🙂

    semula saya sengaja ‘googling’ soal bawean, ga taunya nyasar ke blog kamu yang keren ini. dan kebetulan ke 2 yg saya syukuri, kamu adalah PM Bawean. Saya, di awal tahun punya ‘wishlist’ untuk ke bawean dan nyumbangin buku ke sana. sudah beberapa kali kontak dengan Evi, sudah merencanakan menggandeng BEM unair untuk niat saya ini. doakan ya hety, bisa kesampaian, bisa segera ketemu kamu dan temen2 PM yang lain🙂

    Like

    • Hety A. Nurcahyarini said:

      hi juga mbak riska? makasih udah jalan-jalan kemari walau tak disuguh roti hihi. iya mbak, saya nantikan juga kehadiran embak ke pulau Bawean. Saya senang sekali🙂.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: