Celoteh Bocah: Setrika Rambut

Sore itu, saya dan kedua murid saya, Tika dan Lina, duduk di atas bukit sambil menikmati indahnya sore. Kami bertiga memandang jauh ke depan, melihat hamparan gunung-gunung dan sawah-sawah yang membentang. Obrolan kami seru dan lucu. Bermacam-macam hal kami obrolkan. Yang membuat saya geli sendiri adalah ketika kami mengobrol soal rambut lurus dan setrika. “Bu, rambutnya Eli disetrika, makanya jadi lurus gitu” kata Tika. Eli adalah salah satu murid saya di MTs. “Hah? Disetrika? Direbounding kali, “ kata saya ingin meyakinkan, “Itu lho memakai alat khusus, jadi bukan setrika baju, Tik, “ tambah saya lagi. “Bukan, Bu, bukan. Katanya, Eli diminta tidur sambil rambutnya dikeataskan. Terus sama temannya, rambutnya disetrika, makanya rambutnya bisa lurus” kata Tika penuh semangat tanpa memperdulikan mimik muka saya yang melongo mendengar bertambahnya fungsi setrika di desa ini, menyetrika baju dan menyetrika… Rambut!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: