Celoteh Bocah: Sapu dan Gender

Saat acara gerak jalan PGRI dalam rangka memperingati Hari Guru, saya sempat mengobrol dengan salah satu anak SD, peserta gerak jalan. “Hallo? Namanya siapa?” kata saya ramah sambil menyalami anak itu. “Yoga,” jawab anak itu sambil tersipu malu. “Yoga kelas berapa?” tanya saya lagi. “Kelas satu,” jawab Yoga bangga. “Oh, kelas satu. Hayo, kelasnya sudah disapu belum?” tanya saya untuk ketiga kalinya. Saat itu memang, para guru, peserta gerak jalan berkumpul di sebuah SD. Saya dan beberapa guru duduk menunggu di depan sebuah kelas dan ternyata kelas itu adalah kelas satu, kelas milik Yoga. Di dalam kelas, saya melihat beberapa anak sibuk menyapu. Sehingga saya iseng saja bertanya kepada Yoga apakah dia sudah menyapu. Alangkah terkejutnya saya ketika mendengar jawaban Yoga, yang semakin menegaskan bahwa pendidikan gender untuk anak SD sama sekali belum berjalan, “Yang menyapu kan anak perempuan saja, laki-laki tidak menyapu, “ kata Yoga polos. ??

2 comments
    • Hety A. Nurcahyarini said:

      uhuhu, iya ki. children see, children do. Sepertinya, di keluarganya kayak gitu😐. but, thanks ya, udah mampir. no tea, just big smile😀.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: