Celoteh Bocah: Ulat dan Teh

Sudah beberapa bulan ini di TV beredar iklan teh dengan tokoh animasi dua ulat di sebuah perkebunan teh. Dalam iklan itu digambarkan bahwa kedua ulat itu saling berlomba untuk mencapai pucuk tertinggi karena di sanalah daun teh terbaik ada. “Pucuk, pucuk, pucuk,” begitu bunyi salah satu dialognya. Rizky adalah anak berusia 4 tahun yang selalu menghabiskan waktunya seharian di depan TV. Dia senang sekali dengan minuman manis, seperti teh, sirup, jus, dan lain-lain. Namun, gara-gara melihat iklan itu di TV berulang-ulang, dia tidak lagi doyan minum teh. Katanya, “Tidak mau, teh itu ada ulatnya!” Sejak saat itu, Rizky pun menghapus teh dari daftar minuman kesukaannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: