Celoteh Bocah: Suntik Dapat Bintang

Di kelas, saya membuat suatu peraturan, yaitu jika murid-murid saya bisa menjawab pertanyaan atau berani maju ke depan kelas, mereka akan mendapatkan satu bintang. Bintang itu akan dijumlahkan pada akhir semester. Siapa yang paling banyak mendapatkan bintang akan mendapatkan hadiah dari saya. Begitulah, suasana kegiatan belajar di kelas saya menjadi lebih hidup dengan iming-iming bintang. Mungkin bintang sudah mendarah daging dalam hati murid-murid saya. Jika saya lupa memberi bintang, mereka dengan malu-malu mengatakan, “Bu, saya tadi maju mengerjakan soal Matematika di depan kelas, kok belum dapat bintang dari Ibu?”. Nah, suatu kali, ada pemeriksaan cek golongan darah dari Puskesmas. Untuk mengetahui golongan darahnya, salah satu jari harus ditusuk dengan alat khusus oleh petugas Puskesmas. Hen-hen adalah salah satu murid saya yang tiba-tiba tampak gelisah pada hari itu. Dia tampak mondar-mandir tanpa tujuan jelas. Saat tiba giliran untuk cek golongan darah, dia berkata kepada saya dengan sedikit mengiba, “Bu, kalau saya disuntik, saya dapat bintang ya, Bu?” Saya pun hanya tertawa karena sejak saat itu saya jadi tahu kalau Hen-hen sangat takut disuntik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: