Celoteh Bocah: Sebut ‘Shaun The Sheep’ 3x

Saat masa karantina Indonesia Mengajar di Bogor, saya mendapatkan pelatihan mengenai cara belajar anak-anak. Ditegaskan bahwa ‘learning style’ setiap anak itu berbeda-beda. Agar pelajaran mudah diingat, kita harus menggunakan strategi ‘long term memory’, yaitu mengandung unsur keselamatan hidup (survival), berarti (relevan), muatan emosi yang kuat, dan berulang-ulang (rehearsal). Nah, anak-anak di Bawean belum pernah melihat domba dan wool, namun mereka selalu melihat serial kartun ‘Shaun the Sheep’ setiap malam. Ketika saya mengatakan bahwa ‘sheep’ itu berarti domba, mereka selalu ingat. Suatu hari saat pelajaran IPS, saya berkata, “Penduduk Selandia Baru bermatapancaharian di bidang peternakan, yaitu berternak sapi dan domba.” Anak-anak pun spontan berkata serempak, “Shaun The Sheep, Buuuuu.” Demikian juga ketika saya berkata lagi, “Bulu domba dan daging sapi merupakan ekspor terpenting Selandia Baru.” “Shaun The Sheep, Buu,” teriak mereka lagi. Dan terakhir, saat mempelajari Australia, “Australia dikenal sebagai negara penghasil wool.” “Shaun The Sheep, Buuu…,” teriak mereka serempak untuk ketiga kalinya. Hari itu anak-anak benar-benar menyebut ‘Shaun The Sheep’ tiga kali dan hapal pelajaran IPA ‘Australia’ dan ‘Selandia Baru’.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: