Fashionista Bawean

Perempuan-perempuan Bawean selalu mengenakan baju kurung khas Melayu dalam berbagai kesempatan. Selain dikenakan sehari-hari, baju kurung tersebut juga dikenakan untuk menghadiri acara-acara penting di daerahnya, misalnya upacara pernikahan, upacara kematian, syukuran, hajatan, pengajian, dan lain-lain.

Uniknya, walau baju kurung tersebut dianggap sebagai baju daerah atau baju khas perempuan Bawean, mereka justru mendapatkan baju tersebut dari Malaysia. Sanak keluarga yang bekerja di Malaysia, sering sekali mengirimi mereka paket yang berisi baju kurung atau kain-kain panjang yang dapat mereka jahit sendiri menjadi baju kurung.

Begitu pula dengan kain yang setiap hari melilit di kaki mereka. Jika Jawa Tengah dan D. I. Yogyakarta memiliki kain khas batik, maka Bawean memiliki kain khas bermotif bunga yang sering digunakan oleh perempuan-perempuan Bawean. Sekali lagi, jika ditanya, kain tersebut bukan merupakan buatan masyarakat Bawean. Kain tersebut adalah kain dari Malaysia.

Baik baju kurung maupun kainnya, didominasi oleh motif bunga dalam berbagai warna. Kita dapat menemukan kain motif bunga dengan latar gelap sampai yang cerah ‘menyilaukan mata’ sekalipun. Semuanya tampak cantik dikenakan oleh perempuan-perempuan Bawean, dan tentu saja tampak anggun.

Baju Kurung 'khas' Bawean

Hety and 'her first time' Baju Kurung Bawean

Anak-anak Pun Tak Ketinggalan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: