first note

pancake plain, tanpa rasa. Kok mirip apem ya hehe

Malam ini, saya merasa ada yang tidak beres dengan diri saya. Saya tidak sedih, tidak duka, tidak gembira, tidak senang. Rasanya datar-datar saja, begitu adanya. Tapi saya enjoy. Hanya kalau diibaratkan makanan, malam ini, saya merasa seperti pancake. Pancake yang plain, tanpa olesan.

Satu-satunya ritual yang biasa saya lakukan untuk menangani ke-plain-nan saya adalah menulis. Menulis di atas kasur dengan duduk bersila adalah pose terbaik saya. Dan malam ini, ditemani sayup-sayup keramaian teman-teman di ruang makan yang masih rapat, obrolan teman-teman di teras tetangga, senda-gurau teman-teman dari kamar seberang, suara batuk uhuk-uhuk Medha (my room mate) serta playlist milik vany (my room mate , yang saat ini sama-sama sedang meng-autis-kan diri menatap layar laptop), saya mulai menulis.

(Ini note pertama saya sejak pelatihan, sisanya tulis tangan di log book yang biasanya saya klaim sebagai tugas refleksi mingguan di pelatihan hehe :p)

Sebenarnya, hal yang membuat saya tergoda untuk menulis sepele saja. Sejak sore hingga malam ini, saya kebetulan membaca beberapa note yang dibuat oleh teman-teman di pelatihan. Rasa-rasanya, saya jadi kepengen juga, ingin sama seperti mereka, menuangkan perasaan dalam sebuah tulisan. Ditambah, note dari bu Dini, fasilitator saya, yang membuat saya mengharu biru malam ini. Jari-jari ini rasanya sudah sangat ingin menari di atas keyboard laptop.

Whoah!

Saya jadi ‘terkenang-kenang kembali’ masa-masa awal pelatihan. Kala itu, baru tujuh hari masa pelatihan saja saya sudah merasakan banyak sekali ilmu yang saya dapat. Ilmu tentang pengetahuan baru, pemahaman akan dunia pendidikan yang lebih luas dan mendalam, pengalaman-pengalaman berharga, serta kalimat-kalimat motivasi yang membuat saya ‘lebih’ hidup. Bagaimana dengan 7 minggu kalau begitu? Apakah saya sudah bisa membangun gunung pengetahuan? Ahaha, meracau saja, begitu pikir saya kala itu.

Dan tadda! Hari ini, 10 Juni 2011, seperti mimpi saja. Terburu-buru menuruni bukit, melambai-lambaikan kertas, sambil tersenyum lebar. Jalannya memang licin, tapi rasanya sudah tidak sabar untuk bertemu dan berpelukkan dengan teman-teman di bawah sana.

Hiyaaaa! Horaiiii! Whoaaa! Huwaaa!

Selamat teman-teman, welcome to the ‘real’ jungle. Selamat mengajar. Selamat menginspirasi. Sampai bertemu lagi.

Viva Pengaja Muda angkatan II.

Lots of love.

Bala Bawean tercinta

Pengajar Muda di awal pelatihan

Pengajar Muda setelah survival

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: