Sms, Oh Sms

Hadiah ulang tahun ke-23 yang saya terima dari papa adalah nasehat (Zzz.. tidak seindah yang saya bayangkan memang :p). Papa gemas dengan tingkah saya yang suka tidak membalas sms.

Ceritanya, kakak saya (a.k.a anak kesayangan papa) mengirimi saya sms ucapan selamat ulang tahun. Seperti biasa, papa selalu menanyakan kapan saya terakhir ber-sms-ria atau ber-telepon-ria dengan kakak saya.

(Bodohnya), dengan polos saya menjawab, “Kemarin, mbak Yen sms ngucapin ulang tahun kok, Pa.”

Terus, kamu bales apa? Terima kasih mbak Yen, gitu kan?”

(Kebodohan saya kedua), dengan jujur saya menjawab, “Enggak Hety bales.”

Seperti yang bisa ditebak, Papa langsung ‘berkata-kata’, “Hety, mbak Yen itu kakakmu, masak sms dari kakaknya aja enggak dibales sih, dan … bla-bla-bla-bla-bla-bla… . Kamu tau kan papa, kalau misal papa pas tidur, terus ada sms masuk, papa bela-belain bangun buat ngambil hp en bales sms. Bales sms itu menyangkut kepercayaan orang sama kita. Kamu mau enggak dipercaya lagi sama orang. Sana bales sms-nya mbak Yen pake hp papa.”

Dalam hati, saya hanya melongo. Tiba-tiba terbayang, beberapa sms teman dan ‘teman’ yang tidak saya balas. Alasan saya waktu itu si simple. Satu, sms-nya bukan sms pertanyaan. Dua, sms-nya pertanyaan retoris (pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban). Ketiga, pulsa mepet. Empat, … . Lima, … . Enam, … . Tujuh, … . Delapan, … . Sembilan, … . Sepuluh, … .(yah, saya rasa, km juga pasti sudah punya alasan yang lain kan? :p)

Nasehat papa membuat saya ‘sedikit’ berpikir ulang mengenai ‘balada membalas sms’. Sebelum berpikir ulang, saya juga memutuskan untuk membalas sms ke kakak saya.

Membalas Sms, Hak Asasi?
Memutuskan untuk membalas sms atau tidak itu termasuk dalam hak asasi setiap orang bukan sih? Atau hal itu hanya sebatas kewajiban moral (moral obligation) kita terhadap orang lain. Yaa, klasiklah. Kita makhluk sosial, harus saling tolong menolong. Ketika ada sms yang masuk, ya kita balas. Karena dengan membalas sms berarti kita telah membantu orang tersebut. Setuju? Atau, yah, membalas sms atau tidak itu urusan kita. Kan yang punya hp kita. Ya, suka-suka kita dong. Wow, terdengar agak sadis memang.

Polisi Sms
Sekedar berbagi cerita. Saya pernah tidak membalas sms. Bukannya saya tidak ‘berniat’ untuk membalas sms. Tapi, saat itu saya sedang rapat. Tau tidak apa yang dilakukan orang ini? Dia meng-sms saya untuk kedua kalinya, “Kok, malah diem, Het?”. Begitu katanya. Memang sih, saat itu, kami sedang seru-serunya ber-sms-ria dan saya tiba-tiba berhenti mendadak membalas smsnya. Saya yang saat itu sedang rapat hanya tertawa saja. Lucu ya? dia seperti polisi sms.

Masih dengan orang yang sama, saat saya ulang tahun, dia juga mengirimi sms. Saat itu, memang saya tidak membalasnya. Tapi, beberapa menit kemudian, datang smsnya yang kedua, “Wah, kok enggak dibales.”

Dia benar-benar membuat saya harus menobatkannya sebagai ‘Polisi Sms’😀.

Sms, Oh Sms …
1. Balaslah sms

2. Jika smsnya memang tidak jelas (*berbau negatif, mencurigakan, mengarah ke tindakan kriminal yang menurut kamu membahayakan), ya jangan dibalas. Yah, mirip-mirip himbauan dari Polisi jaman bom buku lagi ngetrend. Segera laporkan, jangan disimpan sendiri, apalagi dibuka hehe. Atau bisa juga, jaman ‘Sms Mama/Papa Kirimi Pulsa’. Jelas-jelas itu bohong kan? So, kenapa harus dibalas

3. Tergantung yang mengirimi sms. Presiden? David Beckham? Dosen? Orang tua? Kakak? Sahabat? Teman? Mitra Kerja? Gebetan? Pacar? atau ‘Sang Mantan’?? … Bwahahahahahaha :p. No comment, saya serahkan sama kamu.

4. Salah satu dosen Sosiologi saya pernah bercerita. Di suatu daerah pedalaman, beliau pernah terheran-heran. Karena ternyata, orang-orang di sana memiliki hp. Hp sudah dianggap seperti kebutuhan primer. Padahal, menurut beliau, kalau dilihat dari tingkat kesejahteraannya, hp seharusnya belum menjadi kebutuhan primer mereka. So, sambil tertawa, beliau berkata, “Kalau pemerintah menggalakkan subsidi bahan bakar, kenapa tidak ada subsidi pulsa?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: