Jangan ‘Meminta’ Laki-laki Untuk Membelikanmu Es Krim

Saya cuma bisa ketawa kalau teringat kejadian tadi malam. Bayangkan, tiba-tiba, tanpa ba-bi-bu, ada seorang laki-laki yang menanyakan alamat rumahmu dan beberapa menit kemudian dia sudah sampai di depan rumahmu, dan mengajakmu membeli es krim di supermarket terdekat.

Saya yang sebenarnya malam itu masih setengah sadar (gara-gara baru saja pulang and having my dinner without enthusiasm), hanya melongo, kaget, surprise, dan speechless (eh, enggak deng, saya enggak speechless, di dalam mobilnya saya enggak henti-hentinya ngomong kalau saya surprise setengah mati).

Janjimu, Janjiku

Apakah ini ya yang disebut janji. Padahal, di telepon, saya sudah bilang, “Besok aja-besok aja” atau “Kapan-kapan aja” atau “Next time better”.

Dan si orang ini hanya menjawab, “Aku udah otw ke rumahmu ni”.

Gedubrak! Oke, whatever.

Lucunya, dia meminta saya untuk menunggu di depan rumah agar bisa cepat. Baiklah, saya pun bersedia menunggu kedatangannya di depan rumah, emm, lebih tepatnya di depan pagar rumah saya. Saya serasa satpam di depan rumah saya sendiri.

Sambil berdiri menunggu, saya pun ingat. Salut juga saya dengan orang ini. Sungguh menepati janjinya. Bukannya saya ingin menolong dengan pamrih. Saat dia meminta saya untuk mencarikan siapa yang di pole position F1 GP Malaysia, saya hanya spontan menjawab, “Kalau udah aku cariin, es krimnya ya?”.

Saya pikir becanda saja.

Dan tadda, dia benar-benar datang dan berniat membelikan saya es krim.

Beberapa menit kemudian, saya sudah membeli es krim (dan hansaplast, tiba-tiba ingat aja, saya kudu membeli Hansaplast untuk jempol saya). Dia pun mengantar saya kembali ke rumah.

Saat itu, kebetulan tamu papa yang datang malam itu, juga akan berpamitan pulang. Mereka sedang berbincang di depan pagar rumah. Melihat hal itu, dengan spontan, teman saya ini berkata, “Wah, Het, aku emoh kalau ada acara salim-saliman segala..

Bwahahahahahahaha..

Setelah saya turun, dia pun segera berlalu dengan membunyikan klakson mobilnya. “Pimp, pimp” (sebenarnya, bukan begitu juga sih suara aslinya). Anggap saja itu sebagai ganti ‘salim’ dengan papa dan tamunya :p.

Note: Dear masnya, terima kasih sekali lagi, kalau tau jadi ‘agak’ merepotkan gini, mending saya enggak usah menyebut ‘Es krim’. Walau, kamu pun juga enggak bosen-bosennya bilang ‘Sante aja, Het“. Teteup aja feel guilty kan ya? :p. Makasih juga (dibonusin) dibeliin Hansaplast (mengingat, itu kan tidak termasuk dalam perjanjian) haha😀

baru kali ini beli es krim bonusnya hansaplast

1 comment
  1. Theda said:

    hegege sopo het “masnya” itu?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: