Karma

Saya adalah orang yang percaya karma itu ada, entah dalam bentuk apapun. Setiap perbuatan pasti akan ada balasannya. Jika berbuat baik akan mendapat balasannya, begitu pula sebaliknya, jika berbuat jahat akan mendapat basalannya juga. Ya, begitulah kira-kira aturan mainnya.

Dan sepertinya, itu terjadi siang ini.

Siang ini, saya menonton kuis di tv. Saat itu sudah babak 3, tinggal dua tim yang tersisa. Masing-masing tim terdiri dari beberapa orang.

Dalam babak itu, masing-masing anggota tim berbaris ke belakang, urut. Mereka akan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh si pemandu kuis. Baik bisa menjawab pertanyaan atau tidak, peserta akan kembali ke barisannya di belakang dan bergantian dengan temannya. Begitu seterusnya, sampai pertanyaan habis. Babak ini merupakan kompetisi antardua tim.

Saat babak sudah dimulai, si pemandu kuis mengajukan pertanyaan, “Firman Utina adalah … Timnas Indonesia.”

Seorang peserta (yang kebetulan laki-laki) dari salah satu tim langsung memencet tombol dan entahlah, aku bingung mendeskripsikannya karena dia cepat sekali. Si peserta laki-laki itu dengan lantang dan bersemangat menjawab “Ketua PSSI!!!”.

Glodak!

Semuanya tertawa, termasuk si pemandu kuis. Saya pun ngakak.

Akhirnya, pertanyaan dialihkan ke tim lainnya dan benar, dia menjawab, “Kapten!”

Saat kembali ke barisan belakang, si peserta laki-laki yang menjawab ‘Ketua PSSI’ menjadi bulan-bulanan beberapa temannya. Ada yang kemudian sok menasehati, ada yang menepuk bahunya, dan lain-lain. Intinya, semuanya sama, gemas kenapa si laki-laki itu bisa-bisanya menjawab ‘Ketua PSSI’.

Kemudian, peserta berganti. Si pemandu kuis mengajukan pertanyaan selanjutnya, “ … berbulu domba.”

Pemandangannya sama. Dengan cepat, teman satu tim orang yang menjawab ‘Ketua PSSI’ tadi (kebetulan kali ini perempuan) menjawab, “Kambing!!!”

Glodak!

Semuanya tertawa, baik pemandu kuis dan peserta lainnya. Saya juga ngakak (lagi *tayangan kuis siang ini benar-benar menghibur).

Akhirnya, pertanyaan dialihkan ke tim lainnya dan benar, dia menjawab, “Serigala!”

Buset dah. Entah saking terburu-burunya memencet tombol dan menjawab tanpa sempat berpikir, si perempuan akhirnya bernasib sama dengan laki-laki tadi. Dia juga menjadi bulan-bulanan timnya ketika kembali ke barisan belakang. Asal tahu saja ya, si perempuan ini juga turut ‘mengejek’ temannya yang menjawab ‘Ketua PSSI’ tadi.

Apa si perempuan ini kualat ya gara-gara tadi juga mengejek temannya yang menjawab ‘Ketua PSSI’. Dua-duanya akhirnya bernasib sama, apes.

Wow! Karma, balasan, cepet sekali kau datang :p.

(Karma: Be careful of what u did to me, karma does exist)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: