Welcome April

April, here we go. Aku siap, aku siaaap...

Hiyaaa… senang sekali rasanya membuka mata kemarin pagi dan pagi ini. Antara semangat baru dan harapan baru, semuanya jadi satu. Seumur hidup saya, saya selalu menganggap moment perpindahan dari bulan Maret ke bulan April itu istimewa. Yaaa, mungkin ada kalanya saat itu saya sedih, tapi saya selalu membuat sugesti positif terhadap diri saya. Hecy happy, happy hecy, hecy happy, happy hecy (Ups! Stop, stop, stop, lebay deh! :p)

Bagi orang yang mengenal saya, tentu mereka akan berkata, “Yaaa, pantesan happy, kan berarti bentar lagi ulang tahunmu, Het”.

Hihihi😀.

Ya, ya, ya. Memang benar sih, I feel happy because April is here, and I have my BD in April. Yeay! Sah-sah aja kan? Atau yah, bisa juga ini merupakan apresiasi saya terhadap mama yang udah melahirkan saya ke dunia pada bulan April. Terbayang deh, saat mama konsultasi ke dokter dan si dokter bilang “HPL-nya bulan April ibu, jadi ibu siap-siap ya.” Tentu saja, mama akan bersuka cita menyambut bulan April, hari kelahiran hety kecil.

I Love My April
Ada saja peristiwa penting dalam hidup saya yang terjadi pada saat ulang tahun saya, 9 April.

Moment yang membekas adalah 9 April 2006. Hari itu adalah hari pelaksanaan Ujian Masuk (UM) UGM. Malam sebelumnya, tidur saya serba salah. Bayangkan, antara bahagia karena besok pagi saya berulang tahun, tetapi juga deg-degan tidak karuan karena besok pagi saya harus bertarung melawan soal-soal UM UGM yang kata orang-orang maha sulit. Niat hati saya untuk dapat melewati hari itu hanya, “Sudah, saya pasrah.” Toh, saya berpikir tidak ada orang yang peduli dengan hari ulang tahun saya seperti sebelum-sebelumnya. Semua pasti sibuk dengan UM-nya masing-masing. Tapi ternyata saya salah.

Saat istirahat siang, teman-teman saya yang segedung ujian dengan saya langsung mengerubuti saya. Tanpa ba-bi-bu, mereka ‘ber-happy birth day-ria’ di depan saya. Antara malu dan terharu, ternyata saya lebih banyak malu. Bagaimana tidak, peserta ujian yang lain, semuanya menengok ke arah saya. Suasana menjadi agak riuh. “Oh my God, oh my God, oh my God,” batin saya. Saya hanya melemparkan senyum 3 cm ke arah mereka semua, berharap suasana kembali tenang dan sumuanya lupa kalau hari ini ulang tahun saya. “Blam!”

Moment lainnya, 9 April 2009, adalah untuk pertama kalinya saya mengikuti pemilu. Kata guru PKN SMA saya, sebagai warga negara yang baik, jika sudah cukup umur, kita harus menyalurkan aspirasi dengan mengikuti pemilu. Kebetulan TPS tempat saya mencoblos adalah di SD Rejodadi (yang pernah ke rumah saya, pasti tahu deh SD ini hehe). Pagi itu saya datang dengan keluarga saya, formasi lengkap. Ada papa, mama, kakak, dan saya. (Note: kakak saya sengaja datang dari Jakarta untuk dapat mengikuti pemilu). Kedatangan kami disambut senyum ceria panitia pemilu.

Kali Ini Istimewa

Back to topic. April kali ini istimewa, tidak hanya karena hari ulang tahun saya hampir tiba. Bukan, bukan itu saja, jugaaaa..”deng-deng…” (backsound-nya) bergantinya bulan Maret ke bulan April menandakan waktu keberangkatan saya segera tiba. Yeay! Saya senang sekali. Inilah salah satu mimpi saya dan Tuhan mengabulkan. Saya bersyukur. Terima kasih Tuhan atas kesempatan ini🙂.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: