Minuman Coklat Ajaib

Ini cerita soal minuman kesukaan saya sejak beberapa minggu yang lalu, minuman rasa coklat yang dimasukkan dalam gelas plastik yang diberi sedotan ukuran cukup besar (bukan selang air lhoh, hehe). Sruputt… hmm, sangat yummy!

Sejak pertama kali mencicipi dan men-sruput-nya dari sedotan, saya langsung jatuh cinta. Rasanya sangat coklat dan tanpa rasa yang direkaya atau dicampur-campur dengan bahan-bahan terlarang. Bayangkan saja jika dibalik minuman lezat itu ternyata terdapat bahan-bahan terlarang seperti terdapat dalam acara liputan reportase investigasi di salah satu TV swasta. Arrgggh, tidak! Tentu saja saya tidak akan menulis dan memberitahukan tentang “minuman coklat ajaib” ini kepada anda semua.

Kebetulan saya tahu tentang “minuman coklat ajaib” ini dari seorang teman saya yang sedang gundah hatinya. Dalam jiwanya sedang menderita “rasa” komplikasi yang sedemikian hebatnya, yaitu separuh jiwanya sedang merasakan jatuh cinta dan separuh jiwanya yang lain sedang merasakan patah hati. Hebatnya, dia merasakan hal itu gara-gara salah satu teman wanitanya, yang kebetulan teman saya juga. Yah, begitulah, demikian adanya, dan sepertinya alur ceritanya sudah dapat ditebak. Dia mengajak saya ke tempat yang menyediakan “minuman coklat ajaib” itu untuk curhat tentang sekilas jiwanya yang sedang menderita rasa komplikasi hebat.

Blab bla bla dan bla bla bla… Beberapa menit saya berlalu bersama cerita teman saya dan sruputan “minuman coklat ajaib”. Saya tenggelam dalam rasa coklatnya yang benar-benar coklat. Ditambah rasa keju yang tiba-tiba muncul begitu saja ketika saya merasakan rasa coklat manis yang mengigit batin saya. Selain itu, taburan choco chips juga kadang mengagetkan saya walau tidak sampai saya keselek =p.

Di saat-saat seperti itu, tiba-tiba teman saya bilang, “Kamu paham kan ceritaku?”, atau yang lebih menohok perasaan “Het, kamu denger ceritaku enggak e?”. Hihihihi. Sebenarnya tidak terbayang wajah saya pada saat itu. Mungkin saja teman saya melihat ekspresi wajah saya yang lebih menikmati sruputan demi sruputan “minuman coklat ajaib” daripada ekspresi wajah saya yang sedang mendengarkan curahan hatinya. Tapi sumpa, saya mendengarkan ceritanya kok ^^”V. Atau, jangan-jangan, teman saya ini kapok dan menyesal setengah hidup gara-gara mengajak dan mengenalkan saya pada “minuman coklat ajaib”.

Jadi melalui tulisan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada teman saya yang sudah berbaik hati mengenalkan saya “minuman coklat ajaib”. Walaupun mungkin bagi dia, “minuman coklat ajaib” hanya sekedar “upah” gara-gara saya mau mendengarkan curahan hatinya.

Untuk teman saya, semoga cintamu lain kali bisa selezat “minuman coklat ajaib”.=)

cheers,

1 comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: